Menurutnya, tantangan utama dalam memotret satwa adalah kesabaran menunggu momen terbaik saat hewan bergerak.
Selain berharap mendapatkan hadiah, Rafi menilai pengalaman dan kesempatan untuk bertukar pengetahuan jauh lebih berharga.
Dukungan terhadap kompetisi ini pun datang dari berbagai pihak, termasuk merek-merek besar dalam negeri seperti Wuling Motors Indonesia, Tiket.com, Bank Mandiri, AICE, Pocky, Cap Panda, Wong Coco, dan Mayora. Kolaborasi ini memperkuat posisi IAPVC sebagai ajang yang tidak hanya mempromosikan kreativitas, tetapi juga memperluas edukasi konservasi satwa ke khalayak yang lebih luas.
Hans Manansang, Director of Commercial and Corporate Strategy Taman Safari Indonesia, mengungkapkan bahwa semangat luar biasa dari masyarakat di Bogor, Solo, dan kini Prigen menunjukkan bahwa media visual seperti fotografi dan video dapat menjadi jembatan kuat antara manusia dan alam.
Tahun ini adalah tahun luar biasa untuk IAPVC. Antusiasme peserta adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia semakin mencintai alam lewat karya visual.
IAPVC 2025 menghadirkan total hadiah senilai ratusan juta rupiah, termasuk satu unit mobil listrik Wuling New Air EV Lite. Kompetisi ini terbuka untuk semua kalangan dan usia, dengan enam kategori utama, yakni Indonesian Endemic, Wildlife (nasional dan internasional), Photo Enthusiast untuk usia 10–18 tahun, Roadshow Category, Sosial Media Photo dengan kamera ponsel, serta Sosial Media Video dalam format reels.
Pendaftaran karya masih dibuka hingga 31 Agustus 2025 melalui laman resmi iapvc.tamansafari.com dan akun Instagram @tamansafari.id. Para peserta diundang untuk mengunggah karya terbaik mereka sebelum batas waktu tersebut.
International Animal Photo and Video Competition merupakan agenda tahunan Taman Safari Indonesia yang telah berlangsung sejak lebih dari tiga dekade lalu. Kompetisi ini dirancang sebagai wadah inklusif yang mendorong ribuan talenta kreatif dari seluruh Indonesia untuk menyalurkan ekspresi dan pesan konservasi melalui fotografi dan videografi bertema satwa.
Taman Safari Indonesia sendiri merupakan lembaga konservasi dan taman rekreasi kelas dunia yang kini memiliki enam lokasi utama dan empat resort di seluruh Indonesia. Dikelola sejak 1980, Taman Safari telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepasliarkan ribuan satwa kembali ke alam. Saat ini, lembaga ini menaungi lebih dari 22.963 satwa dari 673 spesies dan mencatat lebih dari lima juta pengunjung setiap tahunnya.
Dengan sertifikasi internasional dan penghargaan nasional yang diraihnya, Taman Safari Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai institusi konservasi global terkemuka yang mendedikasikan diri pada perlindungan satwa endemik dan spesies yang terancam punah di Indonesia.
Puncak roadshow IAPVC 2025 di Taman Safari Prigen bukan hanya perayaan kreativitas, tetapi juga menjadi cermin kuat bahwa fotografi dan konservasi dapat berjalan seiring sebagai kekuatan yang menyentuh hati dan membentuk kesadaran kolektif untuk mencintai alam.
***Kunjungi kami di news google KilasJava.id