KILASJAVA.ID, SURABAYA – Bagi banyak orang, kesuksesan di dunia usaha adalah tujuan akhir. Namun bagi H. Abdul Rohim, keberhasilan itu justru menjadi pintu untuk mengabdi.
Sebagai owner PT Metatu Nusantara Jaya (MNJ), ia dikenal luas di kalangan bisnis. Tetapi di tengah jadwal yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk membina Majelis Ar-Rohimin, wadah pembinaan rohani, pendidikan moral, dan silaturahmi masyarakat.
Kecintaannya pada majelis ini bukan tanpa alasan. Ia percaya bahwa di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi digital, umat membutuhkan benteng moral yang kokoh.
“Kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Yang kita butuhkan adalah kerukunan dan silaturahmi yang kuat,” tegasnya. Jumat malam (15/8/2025).
Baginya, momen penting seperti Hari Ulang Tahun ke- 80 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa bangsa ini harus matang dalam segala hal, terutama dalam berpikir dan bersikap.
Ia kerap mengingatkan jamaah untuk bijak bermedia sosial, menyaring informasi, dan menjaga generasi muda dari paparan konten negatif.
Sebagai seorang ayah sekaligus tokoh masyarakat, Abdul Rohim memandang peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak-anak di era digital.
“Kalau tidak diawasi, konten negatif bisa merugikan masa depan mereka dan menghambat cita-cita menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Melalui Majelis Ar-Rohimin, ia menghidupkan pengajian rutin yang menjadi sarana pembinaan akhlak bagi masyarakat.
Di sinilah ia menanamkan pentingnya pendidikan moral sejak dini, bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan. Ia mengaku bahagia melihat pemuda hadir di pengajian, meski ia tahu tantangannya besar di era gadget.
“Jarang sekali anak muda mau datang ke pengajian. Saya ingin mereka punya bekal iman dan akhlak, supaya siap menjadi penerus bangsa,” katanya.
Keberhasilan Abdul Rohim tidak hanya diukur dari pencapaian bisnisnya, tetapi juga dari kemampuannya menyeimbangkan dunia usaha dengan pengabdian sosial dan keagamaan.
Ia meyakini, kontribusi kepada bangsa dan umat tidak harus selalu dalam bentuk materi, tetapi juga melalui waktu, perhatian, dan pembinaan moral.
Bagi H. Abdul Rohim, kesuksesan sejati adalah ketika ia bisa melihat masyarakat lebih rukun, generasi muda lebih berakhlak, dan bangsanya berdiri kokoh menghadapi tantangan zaman.
Itulah misi hidup yang ia bawa, dari ruang usaha hingga lantunan doa di Majelis Ar-Rohimin.
***Kunjungi kami di news google KilasJava.id