Example 728x250
Profil

Dari Keluarga Dokter, Farhan Mantap Pilih Jalan Hidup di Dunia Medis

17
×

Dari Keluarga Dokter, Farhan Mantap Pilih Jalan Hidup di Dunia Medis

Sebarkan artikel ini

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Ungkapan itu tepat menggambarkan perjalanan hidup Muhammad Farhan Andi Pratama, dokter baru lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya pada Kamis (28/8).

Farhan, pria kelahiran Surabaya 5 Februari 2000, tumbuh di tengah keluarga yang begitu lekat dengan profesi medis. Ayahnya seorang dokter spesialis bedah, sementara ibunya juga seorang dokter yang tekun melayani masyarakat di puskesmas. Bahkan, dua adiknya saat ini juga menempuh pendidikan kedokteran di Malang.

Example 300x600

“Sejak kecil saya sudah melihat perjuangan orang tua. Ayah sering harus bertugas jauh dari keluarga, sementara Ibu setiap hari menempuh perjalanan panjang untuk praktik. Itu semua membuat saya semakin mantap ingin menjadi dokter,” ungkap Farhan.

Namun perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Pada 2014, selepas mudik Lebaran, ibunya harus menjalani operasi akibat komplikasi diabetes. Malam sebelum operasi, sang ibu berpulang. Kehilangan itu menjadi titik balik bagi Farhan. Meski sempat terguncang, dukungan keluarga membuatnya semakin tegar dan mantap berkomitmen melanjutkan cita-cita sebagai dokter.

“Sejak saat itu saya semakin yakin. Saya ingin bisa menyelamatkan nyawa orang lain, karena saya tahu betapa berharganya kehadiran seorang dokter bagi pasien dan keluarganya,” ujarnya.

Semangat itu terus terjaga hingga ia berhasil menamatkan pendidikan kedokteran di Unusa dengan prestasi membanggakan. Dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), Farhan meraih predikat terbaik ketiga.

Setelah menyelesaikan masa internship, ia berencana melanjutkan studi spesialis bedah, bidang yang juga digeluti ayahnya di RSJ Radjiman, Lawang. “Spesialis bedah itu bisa menyentuh banyak aspek medis. Saya ingin melanjutkan langkah ayah sekaligus memberi manfaat yang lebih luas,” kata Farhan.

Baginya, menjadi dokter bukan sekadar profesi, tetapi amanah besar. “Dokter itu perpanjangan tangan Tuhan. Kesembuhan berasal dari Allah, kita hanya menjadi perantara. Karena itu, ketekunan, tanggung jawab, dan keikhlasan harus selalu dijaga,” tambahnya.

Farhan juga menegaskan, setiap perjalanan menjadi dokter pasti penuh tantangan. Mulai dari tekanan akademik, penguji yang ketat, hingga dinamika sosial di lingkungan pendidikan. Namun semua itu menurutnya adalah bagian dari proses pembentukan karakter.

Kini, jejaknya di dunia medis turut diikuti oleh kedua adiknya yang sedang menempuh pendidikan kedokteran. Bagi keluarganya, profesi dokter bukan hanya jalan hidup, tetapi wujud komitmen untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Perjuangan orang tua saya adalah inspirasi utama. Saya ingin meneruskan semangat itu, berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa, dan menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada profesi ini,” tutup Farhan.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *