Example 728x250
Terkini

Pasmanbaya 1-9 Reschedule Puncak Milad ke-12, Keselamatan Peserta Jadi Prioritas

4
×

Pasmanbaya 1-9 Reschedule Puncak Milad ke-12, Keselamatan Peserta Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Pasmanbaya
Dari kanan, Profesor Deni Yuherawan, Mbk Kiki dan Sakti Hendrata saat Press conference.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Komunitas Pasmanbaya 1-9 (Paguyuban Alumni SMA Negeri 1 hingga SMA Negeri 9 Surabaya) memutuskan untuk menunda puncak acara Milad ke-12 yang semula dijadwalkan pada Minggu (31/8/2025) di Monumen Kapal Selam Surabaya.

Acara tersebut dijadwalkan ulang ke 14 September 2025 dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan peserta.

Example 300x600

Keputusan ini disampaikan Ketua Umum, Yusuf Nafik, melalui Ketua Bidang Usaha Pasmanbaya, Lukitasari, yang juga Wakil Ketua Panitia Milad, dalam konferensi pers pada Sabtu (30/8/2025) di Omah Sae, Surabaya.

Penundaan dilakukan setelah memperhatikan kondisi Kota Surabaya yang sedang tidak kondusif akibat aksi demonstrasi yang berujung ricuh.

“Untuk kegiatan puncak yang semula pada tanggal 31 Agustus, terpaksa kami tunda dan dijadwalkan ulang ke tanggal 14 September. Keputusan ini diambil demi keselamatan seluruh peserta dan pengunjung,” ujar Lukitasari.

Dalam kesempatan tersebut, Lukitasari menyampaikan keprihatinan komunitas Pasmanbaya terhadap eskalasi aksi massa yang berdampak pada stabilitas kota.

Ia berharap semua pihak dapat meredam emosi dan situasi segera kembali kondusif.

“Kami memohon kepada semua pihak untuk mengutamakan ketenangan, karena di balik setiap individu yang terlibat dalam aksi, ada keluarga yang menunggu. Kami juga berharap pemerintah mengambil langkah tegas agar situasi ini kembali aman,” ungkapnya.

Ia memastikan pihak panitia telah berkoordinasi dengan pengelola Monumen Kapal Selam terkait penjadwalan ulang dan pihak pengelola telah menyetujui perubahan jadwal tersebut.

Sikap Tegas Pengurus dan Solidaritas Anggota

Ketua Panitia Milad, Profesor Deni Yuherawan, menegaskan bahwa keputusan penundaan diambil secara kolektif setelah musyawarah bersama pengurus.

Ia menilai kondisi Surabaya yang mencekam mengharuskan Pasmanbaya mengutamakan keselamatan peserta.

“Keputusan ini merupakan wujud nyata nilai-nilai yang kami pegang, yaitu kebersamaan dan musyawarah. Kami bergerak cepat dan solid untuk menyepakati penundaan acara demi keselamatan bersama,” jelas Profesor Deni.

Ia menambahkan, seluruh teknis pelaksanaan, termasuk pengamanan acara, akan dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait agar perayaan tetap berjalan lancar pada jadwal yang baru.

Profesor Deni menegaskan bahwa penundaan tidak akan mengurangi semangat perayaan Milad ke-12 Pasmanbaya 1-9.

Hingga saat ini, jumlah peserta terdaftar telah mencapai 650 orang dan diyakini akan terus bertambah menjelang tanggal pelaksanaan baru.

“Acara tetap akan berlangsung, hanya waktunya yang berubah. Kami berharap seluruh peserta memahami situasi ini dan tetap meramaikan puncak acara pada 14 September mendatang,” ujarnya.

Perayaan Milad ke-12 Pasmanbaya 1-9 sebelumnya telah diisi dengan kegiatan sosial seperti ziarah pahlawan, tabur bunga, pembagian nasi bungkus kepada masyarakat, dan donor darah.

Penundaan ini diharapkan tidak mengurangi antusiasme anggota dan masyarakat untuk hadir pada puncak perayaan mendatang, yang akan menghadirkan beragam kegiatan olahraga, hiburan, dan seni budaya Nusantara.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *