Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas generasi dalam menyiapkan masa depan bangsa.
Ia memberikan apresiasi kepada jajaran DPP IMM yang telah menunjukkan semangat kolaboratif dan konsisten membangun jejaring kebangsaan.
“Mas Riyan Betra, Mas Zaki, Mas Firdaus, dan seluruh jajaran IMM serta Cipayung Plus, tetaplah membangun sinergi dan kolaborasi. Bangun negeri ini dengan seluruh energi yang kalian miliki,” pesan Khofifah.
Ia juga menyinggung eratnya persaudaraan antara dua tokoh besar bangsa, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, yang menurutnya harus menjadi teladan bagi kader IMM dan kader organisasi Islam lainnya dalam memperkuat ukhuwah dan kebangsaan.
Sementara, Ketua DPD RI, Sultan Najamudin Bachtiar, menyampaikan bahwa kehadirannya di Tanwir IMM merupakan wujud komitmen lembaga negara untuk memperluas kolaborasi dengan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa DPD RI kini tengah bertransformasi menjadi parlemen yang efektif, kolaboratif, dan kontributif.
“Ketika saya dipercaya memimpin DPD RI setahun lalu, saya berkomitmen menjadikan DPD bukan hanya lembaga formal, tetapi parlemen yang benar-benar hadir untuk daerah dan masyarakat. Kami ingin membangun parlemen yang bisa bekerja sama lintas lembaga, generasi, dan sektor,” jelasnya.
Menurutnya, membangun bangsa sebesar Indonesia tidak bisa dilakukan secara individual atau eksklusif. Dengan 17.000 pulau dan hampir 300 juta penduduk, Indonesia hanya bisa maju melalui kolaborasi.
“Tidak ada lagi ruang untuk one man show. Membangun Indonesia harus dilakukan bersama-sama. Tidak ada satu pun individu atau lembaga yang bisa berdiri sendiri dan mengklaim paling benar,” tegas Sultan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi gerakan mahasiswa Islam yang berfokus pada bidang keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan.
Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, IMM memiliki jaringan luas hampir di seluruh provinsi di Indonesia dengan ratusan cabang dan ribuan komisariat.
Tanwir IMM sendiri merupakan forum strategis untuk merumuskan arah perjuangan dan kebijakan organisasi, memperkuat ideologi, serta mengonsolidasikan gerakan. Forum ini diikuti oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM dan utusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM se-Indonesia.
Dengan semangat “Energi Kolektif untuk Negeri”, Tanwir XXXIII IMM di Malang menjadi momentum penting bagi kader Muhammadiyah untuk memperkuat sinergi, memperluas kolaborasi, dan meneguhkan peran strategis dalam membangun peradaban bangsa yang berkemajuan.













