Dengan Surabaya yang akan berstatus sebagai tuan rumah Porprov mendatang, ia berharap para atlet selam mampu mengulang bahkan melampaui prestasi tersebut, sekaligus “berpesta di rumah sendiri”.
Menurut Arderio, POSSI Surabaya memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung medali emas Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai kekuatan utama olahraga nasional.
Oleh karena itu, soliditas organisasi dan konsistensi pembinaan menjadi kunci untuk menjaga dominasi tersebut.
Sementara itu, Ketua POSSI Jawa Timur Mirza Muttaqien memberikan pandangan strategis terkait arah kebangkitan olahraga selam Surabaya.
Ia menekankan bahwa organisasi cabang olahraga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga disiplin, sportivitas, dan kesinambungan prestasi atlet.
Mirza mengingatkan bahwa Surabaya pernah menjadi kekuatan dominan, khususnya di nomor finswimming. Meski dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan prestasi, ia menilai potensi atlet Surabaya masih sangat besar.
Hal tersebut tercermin dari kontribusi atlet selam Surabaya dalam ajang internasional seperti SEA Games di Kamboja dan Vietnam.
Menurut Mirza, kunci utama kebangkitan prestasi terletak pada pembinaan di tingkat klub. Klub merupakan rumah pertama bagi atlet, tempat pembentukan karakter, disiplin, dan mental juara.
Dalam konteks ini, POSSI provinsi dan KONI berperan sebagai pengguna hasil pembinaan, sementara tanggung jawab utama pembinaan berada di tangan pengurus kota dan klub.
Ia menegaskan bahwa penataan klub dan perkumpulan selam di Surabaya harus menjadi prioritas utama pengurus baru, agar hak atlet untuk berkembang secara optimal dapat terjamin.
Mirza menutup sambutannya dengan harapan agar POSSI Surabaya mampu membangun organisasi yang solid, profesional, dan berorientasi jangka panjang demi mengembalikan kejayaan olahraga selam.
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, susunan personalia Pengurus Kota POSSI Surabaya masa bakti 2025–2029 juga telah ditetapkan.
Wali Kota Surabaya, Ketua Umum KONI Kota Surabaya, dan Pengprov POSSI Jawa Timur bertindak sebagai pelindung. Sementara posisi penasehat diisi oleh tokoh-tokoh berpengalaman di bidang organisasi dan kepemimpinan. Kepengurusan inti dipimpin oleh Dedik Irianto sebagai ketua, didukung sekretaris dan bendahara, serta sejumlah bidang strategis seperti pembinaan prestasi, organisasi, sarana prasarana, serta media dan humas.
Dengan kepengurusan baru dan agenda kerja yang terarah, POSSI Surabaya diharapkan mampu menjawab tantangan regenerasi atlet, memperkuat sistem pembinaan, serta kembali menempatkan olahraga selam Surabaya sebagai kekuatan utama di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.













