Example 728x250
Profil

Krisis Dokter Daerah, Muhammad Rafli Lulusan FK Unusa Ini Kembali ke Tarakan

4
×

Krisis Dokter Daerah, Muhammad Rafli Lulusan FK Unusa Ini Kembali ke Tarakan

Sebarkan artikel ini
FK UNUSA

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Di saat banyak lulusan kedokteran berlomba mencari pengalaman di kota-kota besar, Muhammad Rafli justru mengambil arah sebaliknya. Dokter yang baru dilantik dalam prosesi sumpah dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa), Rabu (11/2), itu memilih kembali ke Tarakan, Kalimantan Utara.

Keputusan tersebut bukan langkah spontan. Rafli mengaku telah menimbang kebutuhan tenaga kesehatan di daerah asalnya, terutama ketersediaan dokter yang masih terbatas dibandingkan kebutuhan layanan masyarakat.

Example 300x600

“Pulang dan mengabdi di daerah asal itu bukan keterpaksaan. Itu pilihan hidup saya,” kata Rafli seusai pelantikan.

Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Dua kakaknya lebih dulu menjadi dokter umum dan saat ini bertugas di Tarakan. Lingkungan keluarga yang lekat dengan profesi medis membentuk pandangannya tentang pengabdian sebagai bagian dari tanggung jawab moral seorang dokter.

Tarakan pernah masuk kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Meski kini pembangunan terus berkembang, menurut Rafli, distribusi tenaga dokter belum sepenuhnya ideal.

“Sekarang Tarakan sudah berkembang. Tapi kebutuhan dokter masih besar,” ujarnya.

Rafli berencana menjalani program internship di Tarakan. Ia berharap masa tugas tersebut dapat memperkuat pengalamannya sekaligus menjadi pijakan untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Sejak masa kuliah, ia menaruh minat pada Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah.

Minat itu tumbuh dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan akademik, mulai dari seminar hingga penelitian. Ia juga sempat menjadi asisten peneliti dalam riset yang melibatkan dokter spesialis jantung di Universitas Airlangga.

“Belajar jantung itu menantang. Kompleks, tapi dampaknya besar untuk kualitas hidup pasien,” kata Rafli.

Selama menjalani kepaniteraan klinik, ia beberapa kali terlibat dalam tindakan Resusitasi Jantung Paru pada pasien dengan henti jantung. Pengalaman tersebut memperkuat tekadnya untuk memperdalam bidang kardiovaskular.

Menurut Rafli, momen-momen kritis di ruang perawatan menghadirkan pelajaran yang tak selalu tercatat dalam buku ajar. Ia menyaksikan langsung kecemasan keluarga pasien dan keterbatasan waktu dalam pengambilan keputusan medis.

“Saya merasa ingin bisa berbuat lebih banyak, terutama di bidang kesehatan jantung,” ujarnya.

Di tengah persoalan ketimpangan distribusi dokter antara Jawa dan luar Jawa, pilihan Rafli mencerminkan dilema sekaligus harapan. Pemerintah terus mendorong pemerataan tenaga kesehatan, namun realisasinya bergantung pada kesediaan individu untuk bertugas di daerah.

Bagi Rafli, kembali ke Tarakan bukan sekadar pulang kampung. Ia melihatnya sebagai bagian dari proses panjang membangun kompetensi sekaligus memberi kontribusi langsung bagi masyarakat.

Langkah itu, setidaknya, menjadi satu contoh kecil dari upaya mengurai ketimpangan layanan kesehatan di luar pusat pertumbuhan.

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *