Example 728x250
Terkini

Tanwir IMM XXXIII di Malang: Menyatukan Energi Kolektif untuk Indonesia Maju

234
×

Tanwir IMM XXXIII di Malang: Menyatukan Energi Kolektif untuk Indonesia Maju

Sebarkan artikel ini
Tanwir

KILASJAVA.ID, MALANG – Gelaran pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung meriah dan penuh makna.

Agenda tahunan yang menjadi forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional lintas sektor yang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun bangsa.

Example 300x600

Dengan mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, pembukaan Tanwir kali ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Najamudin Bachtiar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Penasehat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendi, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan tokoh-tokoh nasional lainnya.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak Muktamar 2015 telah meneguhkan komitmennya terhadap ideologi Pancasila melalui konsep Darul Ahdi wa Syahadah.

Konsep tersebut menegaskan bahwa Negara Pancasila merupakan konsensus kebangsaan yang sejalan dengan cita-cita Islam berkemajuan.

“Negara Pancasila bisa seiring dan sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah. Sebagai tempat pembuktian, kita harus ikut memperjuangkan Indonesia menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur, baik melalui diaspora maupun kiprah di berbagai lapisan kenegaraan dan kebangsaan,” ujarnya.

Agung juga mengapresiasi langkah progresif IMM yang pada Tanwir kali ini membuka ruang dialog luas dengan menghadirkan beragam tokoh lintas bidang.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan intelektual kader IMM yang siap berdialektika secara terbuka untuk memperkuat kontribusi mereka terhadap bangsa.

“Tokoh-tokoh yang diundang kali ini luar biasa dan berkompeten. Terlepas dari perbedaan pandangan, semua adalah tokoh hebat yang akan membagikan ilmu dan pengalamannya agar kader IMM mampu mendarmabaktikan diri bagi bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menekankan bahwa tema “Energi Kolektif untuk Negeri” bukan sekadar slogan, tetapi arah perjuangan strategis organisasi ke depan. Ia mengajak seluruh kader IMM untuk membangun kolaborasi lintas lini, antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat sipil, dalam mewujudkan cita-cita keumatan dan kebangsaan.

“Eksekutif, legislatif, dan yudikatif bukanlah lawan, melainkan mitra strategis. Kita tidak boleh membangun kebencian atas nama idealisme yang buta. Justru kita harus hadir sebagai mitra kritis, menolong dalam kebaikan dan takwa,” katanya.

Riyan juga mendorong agar kader IMM tidak hanya aktif dalam ruang akademik, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, terlibat dalam kebijakan publik, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan nasional.

Ia berharap forum Tanwir dapat melahirkan gagasan segar dan kebijakan strategis yang berdampak nyata.

“Mari kita perkuat barisan, tanamkan semangat kebersamaan, dan terus menebar manfaat bagi umat dan bangsa. Karena energi kolektif hanya akan tumbuh jika kita bergerak bersama,” pungkasnya.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *