KILASJAVA.ID, JAKARTA – Ketika pemerintah memancang target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, satu pertanyaan mengemuka: dari mana sumber pembiayaan dan siapa yang akan menggerakkannya. Isu itulah yang mengemuka dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026, forum strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan investor.
PT Bank OCBC NISP Tbk hadir sebagai sponsor forum tersebut, menegaskan posisi sektor perbankan sebagai simpul penting dalam mempertemukan kebijakan publik dengan kebutuhan dunia usaha.
Bagi OCBC, pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka makro, melainkan hasil dari ekosistem pembiayaan yang sehat, kredibel, dan terhubung lintas kawasan.
Indonesia Economic Summit 2026, yang diselenggarakan oleh Indonesian Business Council, menjadi ruang dialog lintas sektor untuk membedah tantangan struktural ekonomi nasional.
Mulai dari kebutuhan pendalaman pasar keuangan, penguatan kepercayaan investor, hingga penciptaan iklim usaha yang lebih adaptif terhadap dinamika global.
Forum ini juga menempatkan sektor swasta sebagai aktor kunci. Dalam konteks RPJMN 2025–2029, investasi swasta diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan.
Tanpa keterlibatan aktif dunia usaha dan dukungan sistem keuangan yang solid, target pertumbuhan ambisius berisiko menjadi sekadar dokumen perencanaan.
Salah satu sesi diskusi utama mengangkat tema Aligning Policy and Private Capital to Debottleneck Indonesia’s Growth. Diskusi ini menyoroti pentingnya penyelarasan kebijakan dengan arus modal swasta untuk membuka hambatan pertumbuhan, terutama di sektor-sektor produktif yang membutuhkan pembiayaan jangka menengah dan panjang.
OCBC memandang isu tersebut sebagai refleksi langsung dari peran perbankan modern. “Indonesia membutuhkan ekosistem keuangan yang kokoh agar dunia usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan. Melalui Indonesia Economic Summit, OCBC ingin mendorong dialog yang konstruktif antara pembuat kebijakan dan pelaku pasar,” kata Suwano, Head of Corporate Banking OCBC.
Melalui layanan Corporate Banking, OCBC menyediakan solusi pembiayaan yang mencakup modal kerja, investasi, trade finance, cash management, hingga treasury. Pendekatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan korporasi yang semakin kompleks, di tengah tekanan global dan tuntutan efisiensi.
Keunggulan OCBC juga terletak pada kapabilitas lintas negara. Sebagai bagian dari OCBC Group, bank ini memiliki jaringan dan keahlian cross-border banking yang memungkinkan dukungan transaksi dan ekspansi bisnis internasional, sekaligus memfasilitasi arus investasi asing ke Indonesia. Termasuk di dalamnya dukungan bagi relasi bisnis dengan China melalui layanan China Business Office.
Selain pembiayaan, OCBC mengembangkan ruang kolaborasi melalui ONe Connect Series, sebuah forum tahunan yang mempertemukan pengusaha, pelaku industri, pakar, dan investor dari berbagai negara. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat jejaring bisnis sekaligus mendorong sinergi lintas sektor.
Seluruh layanan tersebut ditopang oleh solusi digital perbankan korporasi yang terintegrasi, memungkinkan nasabah mengakses layanan secara cepat dan aman. Transformasi digital ini menjadi bagian dari strategi OCBC dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing dunia usaha nasional.
Melalui partisipasinya di Indonesia Economic Summit 2026, OCBC menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.













