Example 728x250
Profil

Alumnus Vokasi UNAIR Ini Menjadi Presenter dan Produser Berita Nasional

6
×

Alumnus Vokasi UNAIR Ini Menjadi Presenter dan Produser Berita Nasional

Sebarkan artikel ini
unair

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali menegaskan peran strategis pendidikan vokasi dalam mencetak tenaga profesional yang adaptif dan kompetitif. Kiprah Adinda Putri, alumnus Program Studi D3 Bahasa Inggris Fakultas Vokasi Unair, menjadi salah satu potret konkret bagaimana pendidikan terapan mampu melahirkan figur yang bertahan dan tumbuh di industri media arus utama.

Adinda kini berkarier sebagai presenter sekaligus produser berita di BeritaSatu, sebuah posisi yang menuntut ketajaman editorial sekaligus ketangguhan manajerial.

Example 300x600

Perjalanan menuju titik itu bukan lompatan instan, melainkan akumulasi proses panjang yang ditempa sejak bangku kuliah.

Sejak mahasiswa, Adinda telah menaruh perhatian besar pada pengembangan public speaking, kemampuan yang ia asah sejak masa SMA. Lingkungan akademik di Fakultas Vokasi Unair, menurutnya, memberi fondasi penting berupa disiplin berpikir, ketepatan berbahasa, dan keberanian tampil di ruang publik.

Modal itu mengantarkannya menjadi finalis Miss Indonesia 2015, sebuah pengalaman yang memperluas jejaring profesional dan membuka ruang-ruang baru di dunia komunikasi publik.

Sebelum menyelesaikan studi, Adinda telah menerima tawaran bekerja di Televisi Republik Indonesia. Selama tujuh tahun di lembaga penyiaran publik tersebut, ia menapaki jenjang karier dari reporter hingga presenter.

Di luar tugas jurnalistik, ia aktif menjalani berbagai peran profesional: model iklan, penyiar radio, host, aktris serial, perwara, pemateri kegiatan, hingga pengajar. Ritme kerja yang padat membentuknya menjadi figur multitalenta dengan daya tahan tinggi terhadap tekanan industri media.

“Hampir semua sudah aku lakukan di Surabaya. Kota ini sudah menjadi zona nyaman. Karena itu aku memutuskan pindah ke Jakarta,” ujarnya.

Keputusan tersebut diambil dengan kesadaran penuh akan risiko dan persaingan yang lebih ketat di ibu kota.

Delapan bulan terakhir, Adinda bergabung dengan BeritaSatu. Ia memulai dari posisi reporter dan presenter, sebelum kemudian dipercaya mengemban peran tambahan sebagai produser.

Dalam posisi ini, ia tidak hanya tampil di layar, tetapi juga mengelola keseluruhan proses editorial, mulai dari penentuan sudut pandang berita, penyusunan rundown, hingga pengawasan siaran.

“Tugasnya jauh lebih kompleks. Aku memanajemen semuanya sendiri,” tuturnya.

Di luar ruang redaksi, Adinda konsisten menjalankan peran edukatif. Ia menjadi dosen praktisi di Fakultas Vokasi UNAIR sekaligus pengajar modeling.

Menariknya, ia menyusun kurikulum kelas modeling secara mandiri, berbasis kebutuhan industri dan penguatan kepercayaan diri peserta.

Upaya memperluas dampak sosial ia wujudkan dengan mendirikan komunitas CakapBerbicara pada 2024. Komunitas ini menjadi ruang belajar public speaking, personal branding, dan kepemimpinan komunikasi.

Adinda tidak hanya melatih, tetapi juga memberdayakan anggota komunitasnya untuk terlibat langsung dalam kegiatan profesional, mulai dari menjadi perwara, pemateri, hingga pengajar dalam kerja sama dengan sekolah, radio, dan berbagai mitra eksternal.

Dunia jurnalistik yang digelutinya pun sarat tantangan fisik dan mental. Ia pernah mengelilingi ruas tol di Jawa Timur untuk meliput arus mudik dalam kondisi berpuasa dan cuaca ekstrem. Momen mimisan di tengah liputan menjadi pengalaman personal yang membekas, sekaligus mengajarkannya pentingnya manajemen diri di tengah tuntutan kerja yang dinamis.

Pengalaman-pengalaman itu, menurut Adinda, justru membentuk ketahanan profesional. Ia belajar mengatur waktu, menjaga kebugaran, dan berdamai dengan ketidaknyamanan sebagai bagian dari proses tumbuh.

“Dalam proses belajar apa pun, semuanya berawal dari tidak bisa. Situasi yang menuntut akan memaksa kita berkembang. Nikmati prosesnya, meski tidak selalu nyaman. Di situlah satu langkah kesuksesan dibentuk,” ujarnya.

Kisah Adinda Putri memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi bukan jalur pinggiran, melainkan ruang strategis untuk membangun profesional yang tangguh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dari Surabaya ke Jakarta, dari ruang kelas ke ruang redaksi nasional, perjalanan itu dibangun oleh konsistensi, keberanian mengambil risiko, dan kesediaan terus belajar.

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *