Example 728x250
Terkini

Jelang Puasa, AQUVIVA Kampanyekan Pola Minum 3 Botol per Hari

3
×

Jelang Puasa, AQUVIVA Kampanyekan Pola Minum 3 Botol per Hari

Sebarkan artikel ini
Aquviva

KILASJAVA.ID, JAKARTA – Masalah kurang minum di Indonesia ternyata bukan isu sepele. Data The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) mencatat 46,1 persen penduduk Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Angkanya lebih tinggi pada remaja, mencapai 49,5 persen.

Artinya, hampir satu dari dua anak muda tidak memenuhi kebutuhan cairan hariannya.

Example 300x600

Temuan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

Sejumlah publikasi ilmiah yang dimuat dalam National Library of Medicine menyebut kebutuhan cairan orang dewasa berkisar dua hingga 2,5 liter per hari. Namun dalam praktiknya, banyak yang belum konsisten mencukupinya.

Kondisi tersebut makin terasa saat Ramadan. Waktu minum yang terbatas sering kali membuat pola hidrasi tidak teratur.

Banyak orang hanya fokus minum saat berbuka, lalu mengabaikan distribusi cairan hingga sahur.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Cut M. Hafiah menjelaskan, tubuh membutuhkan asupan cairan yang merata sepanjang hari. Bukan sekadar mengejar jumlah.

“Ketika asupan cairan tidak terdistribusi dengan baik, tubuh bisa mengalami penurunan kenyamanan dan konsentrasi. Saat puasa, perencanaan menjadi kunci agar keseimbangan cairan tetap terjaga,” ujarnya.

Data THIRST juga menunjukkan disparitas wilayah. Sebanyak 24,75 persen remaja di dataran tinggi dan 41,70 persen remaja di dataran rendah tercatat mengalami dehidrasi ringan.

Fakta ini menandakan persoalan hidrasi dipengaruhi kebiasaan, lingkungan, dan pola aktivitas.

Melihat kondisi tersebut, AQUVIVA, merek air minum dalam kemasan dari WINGS Food, meluncurkan kampanye 3–2–1. Konsepnya sederhana: tiga botol ukuran 700 mililiter setara dua liter air per hari. Satu hari, pasti sejuknya.

Senior Brand Manager AQUVIVA, Devi Chrisnatalia, menyatakan kampanye ini dirancang agar mudah diingat dan diterapkan.

“Kami ingin menghadirkan panduan hidrasi yang praktis. Tiga botol 700 mililiter membantu masyarakat membangun kebiasaan minum yang lebih teratur, termasuk saat puasa,” katanya.

AQUVIVA mengusung Teknologi 7 Tahap Nano Purifikasi yang diklaim mampu menjaga kemurnian air sekaligus mempertahankan mineral alami yang dibutuhkan tubuh.

Selain kualitas produk, perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan mendorong pengelolaan sampah botol plastik.

Di tengah gaya hidup serba cepat, kebiasaan minum air putih kerap terpinggirkan oleh kopi, minuman manis, atau sekadar lupa karena kesibukan.

Padahal, hidrasi yang cukup berpengaruh terhadap konsentrasi, stamina, dan produktivitas.

Persoalan dehidrasi ringan memang tidak selalu menimbulkan gejala dramatis. Namun jika dibiarkan, dampaknya bisa akumulatif. Karena itu, edukasi dan pembiasaan menjadi penting.

Bagi pembaca Kilas Java, isu ini relevan dengan dinamika masyarakat urban yang aktif dan produktif. Disiplin kecil seperti menjaga pola minum bisa menjadi fondasi kesehatan jangka panjang.

Sebab, tubuh yang terhidrasi baik bukan hanya lebih segar, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan harian.

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *