KILASAJAVA.ID, SURABAYA – Dua belas tahun perjalanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi saksi bagaimana sebuah perguruan tinggi mampu bergerak cepat melampaui usianya.
Dalam Sidang Senat Terbuka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 di Auditorium Kampus B Unusa Tower, komitmen untuk terus berinovasi ditegaskan, dengan arah yang jelas, menjadi pusat pendidikan, riset, dan layanan kesehatan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen Membangun Universitas Unggul
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, menegaskan bahwa keberhasilan Unusa tercermin dari akreditasi akademik dan kualitas layanan yang melampaui ekspektasi.
“Sejak awal, Unusa didesain untuk menjadi universitas unggul, bukan sekadar perguruan tinggi biasa,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, Unusa segera membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Jantung dan Obstetri-Ginekologi, Magister Kesehatan Masyarakat, serta Pendidikan Profesi Gizi.
Rektor Unusa menambahkan bahwa pendidikan harus berorientasi pada kemanfaatan, disertai kemampuan membaca kebutuhan masa depan.
Tiga Orasi Ilmiah, Tiga Solusi Kesehatan
Puncak acara juga diisi dengan orasi ilmiah oleh tiga dosen yang baru meraih gelar doktor, masing-masing membawa gagasan riset yang relevan dan solutif:
1. Dr. dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD FINASIM mengulas pencegahan dini penyakit ginjal diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2, yang prevalensinya di Indonesia mencapai 11,7% pada 2023. Ia menyoroti peran terapi farmakologi dan bahan alami seperti stroberi yang kaya antioksidan.
2. Dr. Yurike Septianingrum, S.Kep., Ns., M.Kep. memaparkan inovasi Model Dukungan Manajemen Diri Berbasis Perawatan Transisi untuk meningkatkan kemandirian pasien stroke melalui dukungan tenaga kesehatan dan keluarga.
3. Dr. Agus Aan Adriansyah, S.KM., M.Kes. memperkenalkan model social competence untuk bidan dalam pelayanan postnatal care, dengan fokus pada empati, orientasi pelayanan, dan kemitraan multipihak untuk menurunkan angka kematian ibu.
Tekad Menuju Masa Depan
Harlah ke-12 ini menjadi simbol tekad Unusa untuk terus memperluas pengaruh positifnya melalui pendidikan berkualitas, penelitian unggul, dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan YARSIS, Unusa mengokohkan visi membentuk lulusan yang unggul, berdaya saing, dan bermanfaat bagi bangsa.
Dengan semangat “Terus Berinovasi Meraih Kejayaan”, universitas ini siap menjawab tantangan kesehatan di tingkat lokal, nasional, hingga global.
***Kunjungi kami di news google KilasJava.id