Example 728x250
Pendidikan

Dari Reog hingga Robot Angklung, Unair Dorong Inovasi Pelestarian Budaya

47
×

Dari Reog hingga Robot Angklung, Unair Dorong Inovasi Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Unair

Ia mengingatkan bahwa pelestarian tidak hanya mencakup bentuk fisik seperti tarian atau alat musik, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, dan makna yang menyertainya.

Setiap langkah perlindungan, katanya, harus mendapat persetujuan komunitas pemilik dan menghormati praktik adat, terutama pada unsur yang bersifat sakral atau rahasia.

Example 300x600

Pegiat budaya Reog Ponorogo, Andreanto Surya Putra, mengangkat tantangan keberlanjutan seni tradisi tersebut di masa depan, termasuk kebutuhan bahan alternatif ramah lingkungan untuk pembuatan Dadak Merak.

Ia mendorong langkah strategis seperti pelatihan kreatif, integrasi Reog dalam kurikulum sekolah, dan promosi digital untuk menarik minat generasi muda.

Menurutnya, pemerintah perlu hadir sebagai penjaga arena, memastikan ruang kreasi, perlindungan, dan pendanaan berkelanjutan.

Dari Paris, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Igak Satrya Wibawa, menyampaikan bahwa budaya adalah bahasa universal yang mampu melampaui batas politik dan ekonomi.Unair

Indonesia, katanya, memiliki modal besar berupa kekayaan tradisi dan keragaman bahasa, namun tantangannya adalah mengomunikasikannya agar dunia tidak hanya melihat, tetapi juga memahami.

Diplomasi budaya harus mengelola citra, membangun narasi, dan menjaga makna di setiap karya, sambil membawa nilai lokal ke panggung global.

“Kuncinya ada pada basis komunitas, karena dari sanalah energi budaya lahir dan terus diperbarui,” tegasnya.

Salah satu penulis esai, Dina Septiani, menutup diskusi dengan refleksi sederhana, tradisi membutuhkan penjaga dan penutur.

Penjaga memastikan akar tetap kuat, sementara penutur memastikan cabang terus tumbuh.

“Dari Reog hingga robot angklung, dari balai desa hingga ruang Zoom, dari arsip hingga feed media sosial, semuanya bisa menjadi kisah yang membuat masa depan menoleh pada masa lalu dengan hormat,” ujarnya.

Ia menyebut, bedah buku ini menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya takbenda bukan sekadar mempertahankan warisan, tetapi juga menghidupkannya kembali melalui inovasi, kolaborasi, dan diplomasi lintas generasi.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *