Example 728x250
Terkini

Panggil Aku Ayah: Sebuah Kisah tentang Cinta, Pengorbanan, dan Keluarga yang Tak Selalu Sedarah

40
×

Panggil Aku Ayah: Sebuah Kisah tentang Cinta, Pengorbanan, dan Keluarga yang Tak Selalu Sedarah

Sebarkan artikel ini
Panggil Aku Ayah

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Di balik riuhnya layar lebar yang sering diisi kisah percintaan dan aksi laga, hadir sebuah film yang pelan-pelan menyusup ke hati penontonnya.

Panggil Aku Ayah, drama keluarga garapan Benni Setiawan yang dirilis 7 Agustus 2025, bukan hanya menghibur, tapi juga membangkitkan rasa yang mungkin sudah lama kita simpan: hangatnya rumah, meski bukan dari darah yang sama.

Example 300x600

Kisah ini berawal dari Intan (Myesha Lin), seorang gadis kecil yang dijadikan jaminan utang oleh ibunya, Rossa. Dengan berat hati, sang ibu meninggalkan Intan untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Nasib membawa Intan ke tangan Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir), dua penagih utang yang awalnya hanya berniat menjaga.

Siapa sangka, dari hubungan yang semula penuh jarak dan canggung, tumbuhlah kasih sayang yang mengajarkan satu hal: keluarga bukan selalu soal garis keturunan.

Film ini meramu humor, budaya lokal, dan pesan moral menjadi sajian yang hangat sekaligus menyentuh. Setiap tawa yang hadir dibarengi momen-momen yang membuat penonton terdiam, menelan haru.

Bagi Dra. Maria Ernawati, M.M., Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, film ini adalah cermin kehidupan nyata.

“Peran ayah itu luar biasa penting untuk tumbuh kembang anak. Walaupun bukan ayah kandung, pola asuh yang baik membentuk karakter yang kuat, disiplin, dan bertanggung jawab,” ucapnya, usai menonton film ini.

Ia tak menampik, cerita Intan mengingatkannya pada realita sosial di Indonesia, di mana kondisi ekonomi kadang memaksa keluarga mengambil keputusan yang menyayat hati.

Kenyataan bahwa masih ada anak-anak yang ‘dijual’ karena himpitan ekonomi membuat Maria berharap negara hadir dengan pendampingan nyata.

“Lihat film ini, hayati, dan saya berharap peran ayah semakin luar biasa dalam membangun keluarga,” tuturnya.

Tak hanya orang dewasa yang meresapi pesan film ini. Abian Zeyad Aqilah, siswa SMA Negeri 19 Surabaya, merasakan pelajaran mendalam. Baginya, kehilangan orang tua bukan berarti kehilangan kesempatan untuk tumbuh.

“Kalau kita tidak punya orang tua, keluarga harus bisa membimbing dan menggantikan perannya. Orang tua adalah guru pertama sampai kapan pun,” ujarnya.

Panggil Aku Ayah mengajak penontonnya menengok kembali arti keluarga, bukan sekadar tempat pulang, tapi ruang di mana kasih sayang, bimbingan, dan rasa aman tumbuh tanpa syarat.

Dari balai desa hingga layar bioskop, dari Reog hingga robot angklung, dari cerita nyata hingga fiksi, film ini mengingatkan: rumah adalah tentang siapa yang mau tinggal untuk saling menjaga.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *