Example 728x250
Pendidikan

Dari Poso ke Surabaya, Perjalanan Johsua Raih Mimpi Jadi Guru

26
×

Dari Poso ke Surabaya, Perjalanan Johsua Raih Mimpi Jadi Guru

Sebarkan artikel ini

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Dari sebuah daerah kecil di Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, langkah Johsua Indra Kurniawan Pole membawanya merantau jauh ke Surabaya.

Ia tak pernah menyangka bahwa penempatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) justru membuka jalan bagi pengalaman berharga yang memperkaya hidupnya.

Example 300x600

Johsua mengaku awalnya tidak mengenal Unusa. Namun setelah mendapat penempatan, ia mencari tahu lebih dalam.

Meski mayoritas mahasiswa di Unusa beragama Islam, sementara ia memeluk keyakinan berbeda, hal itu sama sekali tidak menjadi hambatan.

Sebaliknya, ia justru merasa diterima dan dirangkul oleh lingkungan barunya.

“Walaupun berbeda dengan keyakinan saya, selama studi saya merasa sangat nyaman. Tidak ada masalah sama sekali, justru saya sangat dibantu teman-teman muslim. Perbedaan ini bukan penghalang dalam bergaul,” ujarnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Johsua adalah saat mengikuti mata kuliah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah).Johsua

Mata kuliah elektif pendidikan karakter berbasis aswaja itu memberikan pemahaman baru baginya tentang ajaran Islam yang sarat nilai kasih sayang, kedisiplinan, dan toleransi.

“Aswaja benar-benar membuka wawasan saya. Saya melihat teman-teman muslim disiplin sekali mengatur waktu, terutama saat sholat. Saya juga belajar tentang makna toleransi. Perbedaan justru jadi sarana untuk saling memahami,” ungkap pria kelahiran Tentena, 23 April 1999 itu.

Johsua juga menyimpan kisah manis saat menjalani ujian mata kuliah Aswaja.

Saat nilai diumumkan, ia memperoleh skor lebih tinggi daripada beberapa teman muslimnya.

“Mereka 96, saya 98. Mereka mensoraki saya sambil tertawa. Itu momen yang sangat berkesan. Bahkan saat pertama kali menulis huruf Arab, mereka bilang tulisan saya bagus. Hal-hal kecil seperti itu membuat saya semakin merasa diterima,” kenangnya sambil tersenyum.

Di balik kisah akademiknya, Johsua menyimpan mimpi besar untuk mengabdi di daerah asalnya.

Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Daniel Pole dan Jeni Biang ini tumbuh dalam keluarga sederhana, di mana orang tuanya hanya lulusan SMK.

Namun kondisi tersebut tidak menghalangi semangatnya untuk menempuh pendidikan tinggi.

Motivasi terbesarnya lahir dari kondisi pendidikan di Poso yang masih tertinggal.

Minimnya fasilitas dan keterbatasan tenaga pendidik membuatnya bertekad kembali ke kampung halaman dan memberikan kontribusi nyata.

“Jadi guru itu motivasi besar saya. Saya merantau ke Jawa dengan harapan suatu saat bisa kembali membangun pendidikan di daerah. Saat ini saya belajar bagaimana sistem pendidikan di Jawa, nantinya akan saya terapkan di Poso,” katanya penuh semangat.

Bagi Johsua, mengikuti PPG di Unusa bukan sekadar memenuhi syarat untuk menjadi guru profesional, melainkan proses berharga dalam membentuk pengetahuan, pengalaman, dan karakter.

Ia merasa lingkungan Unusa membantunya berkembang, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam menghargai keberagaman.

“PPG di Unusa sangat membantu saya. Bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mengajarkan nilai kebersamaan, menghargai perbedaan, serta kesiapan menjadi guru profesional. Semua pengalaman ini akan saya bawa pulang dan saya terapkan di daerah asal saya,” ujarnya.

Johsua menutup ceritanya dengan optimisme. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk memajukan bangsa, termasuk wilayah timur Indonesia yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Dengan tekadnya, ia berkomitmen menjadi bagian dari perubahan itu melalui profesinya sebagai guru.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *