KILASJAVA.ID, SURABAYA – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka adalah Alfino Sindu Prasetya, Faiza Aulia Afifah, dan Muhammad Rauf Alfarizi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, yang berhasil meraih Juara 1 Syariah Business Plan Competition dalam ajang Sharia Economics Celebration ke-18 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEB Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Ketiganya memenangi kompetisi tersebut melalui ide bisnis bertajuk jual beli kredit karbon berbasis teknologi blockchain, sebuah konsep perdagangan karbon yang berwawasan lingkungan sekaligus mendukung inklusivitas investasi hijau berbasis syariah.
Dalam gagasan tersebut, lahan sawit yang memiliki potensi menyerap karbon disertifikasi dan dikonversi menjadi token digital, di mana setiap token mewakili satu ton karbon yang dapat diperjualbelikan secara transparan.
Inovasi ini lahir dari kepedulian tim terhadap meningkatnya emisi gas rumah kaca di Indonesia.
Mereka melihat bahwa lahan dengan potensi serapan karbon tinggi dapat menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola dengan pendekatan berkelanjutan.
Melalui sistem tokenisasi karbon, masyarakat, termasuk petani pemilik lahan, dapat ikut berpartisipasi dalam perdagangan karbon dan memperoleh nilai ekonomi dari aset lingkungan yang mereka miliki.
Muhammad Rauf Alfarizi menjelaskan bahwa ide tersebut tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga pada aspek pemerataan ekonomi.
“Kami ingin menghadirkan solusi bagi masalah emisi gas rumah kaca sekaligus memperluas akses investasi hijau berbasis syariah,” ujarnya.
Sementara itu, Alfino Sindu Prasetya menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau berbasis prinsip syariah.
“Kami ingin Indonesia bisa menjadi market leader di bidang ekonomi hijau dan energi terbarukan, terutama melalui perdagangan karbon berbasis syariah,” jelasnya.
Tidak berhenti pada tataran ide, tim juga menyiapkan strategi bisnis dan pemasaran yang matang agar konsep ini dapat diimplementasikan secara nyata.
Faiza Aulia Afifah menjelaskan bahwa target pasar dari bisnis ini cukup luas, mencakup masyarakat berusia 20 tahun ke atas hingga investor yang tertarik pada sektor hijau dan keberlanjutan.
“Kami menggunakan strategi marketing mix dengan harga yang dinamis namun tetap stabil. Platform-nya berbasis website dan aplikasi agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan bertransaksi,” terangnya.
Dengan pendekatan tersebut, tim berharap inovasi ini dapat menjadi jembatan menuju sistem perdagangan karbon syariah yang transparan, berkeadilan, dan bernilai ekonomi tinggi.
Selain memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global, ide ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Inovasi para mahasiswa UNAIR ini menunjukkan bahwa semangat kolaborasi antara sains, teknologi, dan prinsip ekonomi syariah mampu melahirkan solusi nyata untuk tantangan global.
Melalui integrasi blockchain dan ekonomi hijau, gagasan tersebut membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat peran strategisnya dalam ekonomi berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.
***Kunjungi kami di news google KilasJava.id













