Example 728x250
Pendidikan

Unusa Peduli: Menjaga Rumah Sakit Tetap Hidup di Tengah Bencana Banjir Aceh

97
×

Unusa Peduli: Menjaga Rumah Sakit Tetap Hidup di Tengah Bencana Banjir Aceh

Sebarkan artikel ini

KILASJAVA.ID, BIREUEN – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu, persoalan tidak berhenti pada surutnya genangan air.

Lumpur yang menutup permukiman dan fasilitas publik meninggalkan masalah lanjutan, salah satunya krisis air bersih. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi fasilitas layanan kesehatan yang harus tetap beroperasi di tengah situasi darurat.

Example 300x600

RSUD Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen, termasuk rumah sakit yang terdampak langsung.

Selain menjalankan fungsi pelayanan medis, rumah sakit ini juga menjadi posko utama penanganan bencana serta tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak banjir.

Beban operasional meningkat, sementara ketersediaan air bersih justru terbatas.

Dalam situasi tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melalui tim Unusa Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan ke RSUD Peusangan Raya pada Rabu (24/12/2025).

Bantuan yang diberikan mencakup instalasi air bersih lengkap dengan tandon, mesin genset sebagai sumber listrik cadangan, layanan internet berbasis satelit, serta obat-obatan untuk mendukung layanan kesehatan.

Ketua Pelaksana Unusa Peduli, Ahmad Syafiuddin, mengatakan bantuan tersebut disiapkan berdasarkan kebutuhan mendesak yang dihadapi rumah sakit pascabanjir.

Koordinasi dilakukan dengan satuan tugas bencana gabungan serta manajemen rumah sakit untuk memastikan bantuan dapat langsung digunakan dalam kondisi darurat.

Direktur RSUD Peusangan Raya, dr. Agusnaidi, menerima bantuan tersebut bersama jajaran manajemen. Penyerahan bantuan turut disaksikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, dr. Zumrida, yang juga menjabat Ketua Tim Satgas Bencana Gabungan di wilayah itu.

Menurut dr. Zumrida, peran RSUD Peusangan Raya menjadi sangat strategis selama masa tanggap darurat. Rumah sakit tidak hanya melayani pasien korban banjir, tetapi juga menjadi pusat koordinasi lintas sektor serta lokasi pengungsian sementara.

Situasi ini membuat kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan akses komunikasi menjadi penopang utama keberlangsungan layanan.

“Ketersediaan air bersih menjadi faktor krusial. Tanpa itu, pelayanan medis, sanitasi, hingga upaya pembersihan fasilitas pascabanjir akan terganggu,” kata Zumrida.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa krisis air bersih dapat berdampak sistemik. Kepala Seksi Pelayanan RSUD Peusangan Raya, dr. Dara Farasina, menjelaskan bahwa sejak banjir melanda, pasokan air bersih di lingkungan rumah sakit mengalami penurunan signifikan.

Sementara itu, kebutuhan justru meningkat karena masih ada warga yang bertahan mengungsi di area rumah sakit.

Air bersih dibutuhkan tidak hanya untuk pelayanan medis, tetapi juga untuk menjaga standar kebersihan dan mencegah risiko infeksi pascabanjir.

Lumpur yang mengendap di sejumlah titik rumah sakit menuntut proses pembersihan intensif agar fasilitas dapat kembali berfungsi optimal.

Dalam rangkaian penyaluran bantuan, tim Unusa Peduli bersama manajemen RSUD Peusangan Raya meninjau langsung sejumlah titik yang membutuhkan dukungan instalasi air bersih.

Instalasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dalam menjaga stabilitas operasional rumah sakit selama masa pemulihan pascabanjir.

Kasus RSUD Peusangan Raya mencerminkan tantangan yang kerap dihadapi fasilitas kesehatan di wilayah rawan bencana.

Ketergantungan pada infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga soal menjaga layanan publik tetap berjalan.

Di tengah keterbatasan, dukungan lintas institusi menjadi faktor penting untuk memastikan rumah sakit tetap mampu menjalankan fungsinya.

Bagi RSUD Peusangan Raya, keberadaan instalasi air bersih dan fasilitas penunjang lainnya menjadi penyangga utama agar layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir tidak terhenti.

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *