Example 728x250
Pendidikan

Terapi Herbal dan Senam Kaki, Upaya Dosen Unusa Mengurangi Nyeri Neuropati Diabetes

72
×

Terapi Herbal dan Senam Kaki, Upaya Dosen Unusa Mengurangi Nyeri Neuropati Diabetes

Sebarkan artikel ini
Diabetes

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Bagi banyak penderita diabetes, nyeri dan rasa kebas bukan sekadar keluhan medis, melainkan pengalaman harian yang menggerus kenyamanan hidup. Setiap langkah terasa berat, setiap sentuhan memicu rasa tak nyaman.

Dari kegelisahan inilah sebuah inovasi lahir, bukan dari laboratorium steril semata, tetapi dari empati seorang perawat sekaligus akademisi.

Example 300x600

Iis Noventi, dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), memilih jalan terapi komplementer untuk menjawab persoalan tersebut.

Ia meramu Jatu Hydroterapi Herbal, sebuah formulasi berbasis bahan alam yang diaplikasikan melalui perendaman kaki, dengan tujuan sederhana namun fundamental: membantu penderita diabetes merasa lebih nyaman menjalani hidupnya.

Jatu Hydroterapi Herbal disusun dari berbagai rempah dan bahan alami yang akrab dalam tradisi pengobatan Nusantara. Lombok merah, jinten hitam, kunyit, delingu, jahe, kayu manis, cuka apel, dan garam laut menjadi satu komposisi yang digunakan dalam air es untuk perendaman kaki.

Di balik kesederhanaan praktiknya, tersimpan proses riset yang panjang dan disiplin ilmiah yang ketat.

Iis tidak meramu inovasi ini secara intuitif semata. Dukungan matching fund internal Unusa menjadi titik awal pengembangan berbasis evidence-based practice.Diabetes

Setiap bahan dipilih dengan pertimbangan ilmiah, keamanan, dan potensi manfaat terapeutik, terutama dalam meredakan nyeri neuropati yang kerap dialami penderita diabetes.

Proses pencarian pengetahuan membawanya ke berbagai ruang belajar di luar kampus. Ia menelusuri bahan hingga ke Jawa Tengah, mengikuti pelatihan rempah bersama Agradaya Yogyakarta, dan berdiskusi dengan para pakar dari Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Pengetahuan lokal dan pendekatan akademik modern dipertemukan dalam satu formulasi yang matang.

Upaya tersebut berujung pada pengajuan paten pada 2023, yang kemudian resmi disahkan pada 2025. Namun, bagi Iis, pengakuan hukum bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah pembuktian manfaat terapi secara nyata di lapangan.

Untuk itu, ia menggandeng Puskesmas Sawahan dalam sebuah penelitian terapan. Sebanyak 60 penderita diabetes dilibatkan dan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan.

Ada yang hanya menjalani perendaman dengan air dingin, ada yang menggunakan Jatu Hydroterapi Herbal, dan ada pula yang mengombinasikannya dengan senam kaki.

Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten. Kelompok yang mengombinasikan terapi herbal dengan senam kaki mengalami penurunan nyeri paling signifikan.

Kelompok pengguna Jatu Hydroterapi Herbal tanpa senam kaki tetap merasakan perbaikan, sementara kelompok yang hanya menggunakan air dingin menunjukkan dampak paling minimal.

Evaluasi berkala memperkuat temuan tersebut, dengan responden melaporkan berkurangnya nyeri dan rasa kebas.

Temuan ini menggarisbawahi satu hal penting: terapi kesehatan tidak berdiri sendiri. Kombinasi intervensi, konsistensi, dan keterlibatan aktif pasien menjadi kunci hasil yang optimal.

Dalam konteks ini, Jatu Hydroterapi Herbal tidak diposisikan sebagai pengganti pengobatan medis, melainkan pelengkap yang memperkaya pendekatan perawatan diabetes.

Saat ini, inovasi tersebut masih berbentuk simplisia atau bahan kering. Namun langkah Iis belum berhenti. Ia menargetkan riset lanjutan agar formulasi ini dapat diekstraksi, difarmasikan, dan dikomersialkan dengan standar yang jelas.

Ambisinya bukan sekadar menghadirkan produk, tetapi memastikan keamanan, mutu, dan kebermanfaatan melalui proses registrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Di tengah meningkatnya angka diabetes dan kebutuhan akan pendekatan perawatan yang lebih holistik, Jatu Hydroterapi Herbal menjadi contoh bagaimana riset keperawatan dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Inovasi ini lahir dari empati, ditempa oleh ilmu pengetahuan, dan diarahkan untuk memulihkan kembali rasa nyaman yang sering terampas oleh penyakit kronis.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *