Unusa juga membaca perubahan lanskap dunia kerja. Melalui Program Pendidikan Eksekutif dan pelatihan bersertifikasi, kampus ini menyiapkan pemimpin dan profesional yang memahami kepemimpinan berkelanjutan dan prinsip ESG.
Wakil Rektor I Unusa, Prof Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah, MEng, menyebut pelatihan semacam ini kini menjadi kebutuhan mendesak, bahkan kewajiban, di banyak perusahaan dan institusi.
“Mahasiswa harus dipersiapkan sejak dini, bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami tuntutan tata kelola berkelanjutan,” ujarnya.
Di sisi lain, transformasi Unusa juga menyentuh sektor strategis lain: pendidikan dokter spesialis. Fakultas Kedokteran Unusa mengembangkan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis, yakni Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi serta Obstetri dan Ginekologi.
Dua bidang yang bersinggungan langsung dengan persoalan kesehatan publik, mulai dari penyakit pernapasan hingga kesehatan ibu dan anak.
Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Dr Handayani, dr, MKes, menyatakan pembukaan PPDS ini sebagai kontribusi nyata Unusa dalam menjawab kekurangan dokter spesialis nasional. Unusa menargetkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya dari Surabaya dan sekitarnya.
Dengan demikian, lulusan PPDS diharapkan dapat memperkuat agenda pemerataan tenaga kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan daerah dengan keterbatasan layanan medis.
Pendaftaran PPDS direncanakan dibuka pada tahun ajaran 2026–2027, setelah seluruh persiapan fasilitas dan sumber daya manusia dimatangkan.
Seluruh agenda transformasi ini diperkuat dengan pendekatan student-centered learning, kolaborasi lintas disiplin, serta inovasi di bidang kesehatan dan pendidikan digital.
Unusa juga aktif menjalin kemitraan dengan pemerintah, industri, dan jejaring nasional maupun internasional.
Di tengah perubahan lanskap pendidikan tinggi, langkah Unusa menunjukkan satu hal: kampus tidak lagi cukup menjadi menara gading.
Ia dituntut hadir di tengah masyarakat, menyambungkan ilmu dengan kebijakan, serta menjembatani nilai keislaman, kemanusiaan, dan pembangunan berkelanjutan. Sebuah posisi yang ingin ditegaskan Unusa menuju 2030.













