Example 728x250
Pendidikan

Haul Ke-31 KH Abdul Wahab Turcham di Surabaya, Menjaga Ruh Pendidikan Khadijah

50
×

Haul Ke-31 KH Abdul Wahab Turcham di Surabaya, Menjaga Ruh Pendidikan Khadijah

Sebarkan artikel ini
Haul ke-31

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Puncak peringatan haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham digelar di Islamic Center Surabaya, Ahad, 25 Januari 2026. Ribuan jamaah hadir mengenang sosok ulama pendidik yang meletakkan fondasi pendidikan Islam modern berbasis keikhlasan dan pengabdian melalui Yayasan Khadijah Surabaya.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid, Sekretaris MUI Jawa Timur KH Hasan Ubaidillah, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Dr KH Asep Saifuddin Chalim, serta para tokoh perintis dan keluarga besar Yayasan Khadijah.

Example 300x600

KH Abdul Wahab Turcham dikenal luas sebagai pendiri Yayasan Khadijah Surabaya, lembaga pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh di berbagai sektor.

Salah satu muridnya yang paling menonjol adalah Khofifah Indar Parawansa, yang kini menjabat Gubernur Jawa Timur dan juga Ketua Pembina Yayasan Khadijah Surabaya.

Lahir pada 5 Januari 1915, KH Wahab Turcham tumbuh dalam lingkungan keluarga santri yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Tempaan pendidikan agama sejak dini membentuk watak keulamaan yang berpadu dengan kepedulian sosial dan komitmen kebangsaan.

Dengan kesederhanaan dan ketulusan, KH Wahab Turcham menanamkan nilai keimanan, akhlak, dan keikhlasan sebagai basis pendidikan.

Nilai-nilai itu hingga kini terus menjadi ruh pengembangan Yayasan Khadijah Surabaya dalam mencetak generasi berkarakter.

Pada 1 Agustus 1954, ia mendirikan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya. Langkah tersebut menjadi tonggak penting pembangunan pendidikan Islam di Surabaya yang menggabungkan ilmu pengetahuan umum dan keagamaan secara seimbang.

Salah satu pesan KH Wahab Turcham yang terus diwariskan kepada para pendidik di lingkungan Khadijah adalah, janganlah kamu mencari penghidupan di Khadijah, tetapi hiduplah untuk menghidupi Khadijah. Pesan ini menegaskan pendidikan sebagai ladang pengabdian, bukan semata ruang ekonomi.Haul ke-31

Dalam sistem pembelajaran, KH Wahab Turcham menekankan penguasaan ilmu-ilmu keislaman seperti fiqih, tauhid, dan hadis, yang diajarkan dengan merujuk pada kitab-kitab klasik.

Kurikulum berbasis khazanah keilmuan tersebut hingga kini masih dipertahankan sebagai identitas Yayasan Khadijah.

Ketua Yayasan Khadijah 1, Drs H Abdullah Sani, menyampaikan bahwa kesaksian para murid yang pernah diajar langsung menggambarkan KH Wahab Turcham sebagai pendidik teladan yang luar biasa.

Ia menyebut KH Wahab Turcham merupakan murid dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, dengan karakter keilmuan dan akhlak yang kuat.

Menurut Abdullah Sani, KH Wahab Turcham selalu datang paling awal sebelum murid dan guru lain hadir. Ia menempuh perjalanan dengan angkutan umum seperti bus kota atau angkot, sebuah teladan tentang kedisiplinan dan kesahajaan.

Ia juga dikenal sebagai pribadi yang istiqamah dan penuh kasih sayang kepada murid-muridnya. Salah satu kebiasaan yang paling membekas adalah mengelus rambut setiap murid sebagai bentuk perhatian dan cinta seorang guru.

Dalam keseharian, KH Wahab Turcham dikenal sabar dan tidak mudah marah. Keteguhan akhlak inilah yang membuat sosoknya terus hidup dalam ingatan para murid, bahkan puluhan tahun setelah wafatnya.

Abdullah Sani menegaskan, KH Wahab Turcham adalah ulama alim yang memiliki karisma alami.

Dalam dirinya menyatu peran sebagai tokoh agama, pendidik, dan figur sosial yang berpengaruh pada masanya.

Peringatan haul ke-31 ini menjadi momentum refleksi atas warisan pemikiran dan keteladanan KH Abdul Wahab Turcham.

Warisan tersebut tidak hanya membentuk Yayasan Khadijah, tetapi juga ikut memberi warna bagi perjalanan pendidikan dan kehidupan keagamaan di Surabaya dan Jawa Timur.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *