KILASJAVA.ID, SURABAYA – Tak semua perjumpaan budaya bermula dari panggung megah atau ruang museum. Di Nation Star Academy (NSA) Surabaya, perjumpaan lintas bangsa itu justru dimulai dari benda sederhana yang akrab dengan keseharian: papan telenan.
Melalui kegiatan Campaign Science yang digelar Kamis (29/1/2026), NSA Surabaya kembali menghadirkan puluhan mahasiswa dan dosen internasional dalam sebuah program pembelajaran lintas budaya yang dirancang membumi dan berorientasi nilai.
Budaya Nusantara tidak disajikan sebagai tontonan, melainkan sebagai pengalaman yang dapat disentuh, dirasakan, dan dibawa pulang.
Kepala Sekolah SMP NSA Surabaya, Inggriette Liany Widyasari, menjelaskan bahwa Campaign Science merupakan agenda tahunan sekolah yang melibatkan mahasiswa internasional mitra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Program ini telah berjalan sejak 2015 dan terus mengalami pembaruan pendekatan dari tahun ke tahun.
“Jika tahun lalu kami memperkenalkan tari nasional, tahun ini kami mengangkat batik. Kami memilih motif kawung karena merupakan motif klasik yang sarat filosofi dan dahulu digunakan oleh bangsawan serta raja-raja di Yogyakarta dan Solo,” kata Inggriette.
Sekitar 40 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Dua di antaranya merupakan profesor asal Malaysia, sementara sisanya mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 dari 21 universitas. Mereka datang dari Malaysia, Filipina, Thailand, China, dan Rusia.













