Example 728x250
Pendidikan

ITS dan BPBD Jatim Uji RRekon VR, Edukasi Rekonstruksi Pascabencana Makin Interaktif

14
×

ITS dan BPBD Jatim Uji RRekon VR, Edukasi Rekonstruksi Pascabencana Makin Interaktif

Sebarkan artikel ini
ITS
Salah satu tim peneliti dari ITS Retno Widyaningrum ST MT MBA PhD (kiri) sedang berdiskusi terkait mekanisme uji coba aplikasi RRekon VR bersama perwakilan BPBD Jatim.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Upaya meningkatkan literasi kebencanaan terus diperkuat. Kali ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) menghadirkan RRekon VR, aplikasi berbasis virtual reality yang fokus pada edukasi rekonstruksi pascabencana.

Aplikasi tersebut telah diuji coba kepada siswa SMPN 32 Surabaya, Rabu (25/2/2026). Dalam simulasi itu, para siswa tidak sekadar menjadi penonton, tetapi berperan sebagai petugas BPBD yang harus menentukan prioritas pembangunan kembali wilayah terdampak bencana.

Example 300x600

Ketua Tim Peneliti RRekon VR ITS, Okta Putra Setio Ardianto, menjelaskan bahwa inovasi ini menjawab kebutuhan edukasi yang selama ini belum banyak disentuh.

Menurutnya, masyarakat cenderung lebih memahami tahap tanggap darurat seperti evakuasi dan distribusi bantuan. Sementara fase rehabilitasi dan rekonstruksi sering kali luput dari perhatian publik.

“Padahal, proses rekonstruksi membutuhkan perencanaan matang dan keputusan yang tepat karena menyangkut anggaran besar dan kepentingan banyak sektor,” ujarnya.

RRekon VR dikembangkan dengan pendekatan gamifikasi. Terdapat dua mode utama, yakni observasi dan maket.

Pada mode observasi, pengguna diajak melihat langsung kondisi wilayah terdampak untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan.

Sedangkan mode maket menampilkan gambaran menyeluruh area terdampak dalam visual tiga dimensi, sehingga pengguna dapat menilai keterkaitan antarwilayah sebelum menentukan langkah prioritas.

Teknologi virtual reality dipilih karena memberikan pengalaman belajar yang imersif. Pengguna tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi juga berinteraksi secara aktif.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jawa Timur, Dhany Aribowo, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai edukasi tentang rekonstruksi pascabencana memang masih terbatas.

“Selama ini fokus lebih banyak pada pencegahan dan penanganan saat bencana terjadi. Padahal, fase pemulihan justru menentukan keberlanjutan kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Dhany menambahkan, pemahaman yang komprehensif tentang rehabilitasi dan rekonstruksi penting tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi petugas kebencanaan.

Ke depan, RRekon VR direncanakan menjadi bagian dari media edukasi di Taman Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Jawa Timur sekaligus sarana pelatihan bagi petugas survei pascabencana.

Sementara itu, Kepala SMPN 32 Surabaya Moh Bisri menilai penggunaan VR dalam pembelajaran relevan dengan perkembangan zaman.

Ia berharap inovasi serupa terus berlanjut agar siswa tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu kebencanaan di lingkungan sekitar.

Kolaborasi lintas institusi ini memperlihatkan peran kampus dalam menghadirkan solusi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui RRekon VR, edukasi rekonstruksi pascabencana diharapkan semakin mudah dipahami, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya membangun kembali wilayah terdampak secara terencana dan berkelanjutan.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *