Example 728x250
Pendidikan

Prof Budi Santoso Nahkodai FK UNUSA, Prioritaskan Standar UKMPPD dan Penguatan Dosen

15
×

Prof Budi Santoso Nahkodai FK UNUSA, Prioritaskan Standar UKMPPD dan Penguatan Dosen

Sebarkan artikel ini
Unusa
Foto bersama usai pengambilan sumpah dan pelantikan.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memasuki babak kepemimpinan baru. Prof. Dr. dr. Budi Santoso, resmi dilantik sebagai dekan dalam sebuah prosesi yang digelar Jumat pagi (13/3).

Penunjukan dokter yang akrab disapa Prof Bus tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan FK UNUSA yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan.

Example 300x600

Fakultas ini kini telah dipercaya menyelenggarakan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.

Usai dilantik, Prof Bus menegaskan bahwa dinamika pertumbuhan fakultas kedokteran di Surabaya harus disikapi secara konstruktif. Menurutnya, keberadaan banyak institusi pendidikan kedokteran tidak seharusnya dipandang semata sebagai kompetisi.

“Dalam kondisi sekarang, ketika banyak fakultas kedokteran berdiri, yang lebih penting adalah membangun kerja sama dan kolaborasi. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan kedokteran,” ujarnya kepada wartawan.

Ia tidak menampik adanya perbedaan kapasitas antara fakultas kedokteran yang sudah lama berdiri dengan fakultas yang relatif baru. Perbedaan tersebut terutama terlihat pada kualitas pendidikan yang terbentuk melalui proses panjang.

Meski demikian, Prof Bus menilai FK UNUSA telah menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Hal itu terlihat dari hasil evaluasi outcome Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang menempatkan FK UNUSA dalam kategori dengan performa baik.

“Kualitas outcome ini sudah baik dan harus terus dijaga. Bahkan kalau memungkinkan ditingkatkan lagi,” katanya.

Ia menekankan bahwa kualitas lulusan dokter sangat dipengaruhi oleh kualitas mahasiswa yang diterima sejak awal. Karena itu, penguatan sistem seleksi calon mahasiswa kedokteran menjadi salah satu agenda utama dalam masa kepemimpinannya.

Menurutnya, standar minimal kemampuan akademik calon mahasiswa harus ditetapkan secara jelas agar proses pendidikan dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang kuat.

“Kalau ingin outcome bagus, maka inputnya juga harus berkualitas. Standar minimal kemampuan akademik calon mahasiswa perlu dijaga dengan baik,” terangnya.

Selain aspek mahasiswa, Prof Bus juga memberi perhatian serius pada peningkatan kualitas dosen. Ia menilai keberhasilan pendidikan kedokteran sangat ditentukan oleh kapasitas tenaga pengajar.

Karena itu, FK UNUSA berencana memperluas program peningkatan kualifikasi dosen melalui kerja sama internasional. Sejumlah mitra perguruan tinggi luar negeri telah menyatakan kesiapan untuk menerima dosen UNUSA melanjutkan studi doktoral.

“Sudah ada dua mitra yang siap menerima dosen kami untuk program PhD, yakni China Medical University dan OITA University. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas dosen sekaligus kualitas pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNUSA Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah pesan strategis bagi kepemimpinan baru Fakultas Kedokteran.

Rektor menekankan pentingnya penguatan tata kelola fakultas yang transparan, akuntabel, dan profesional. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan kedokteran.

“Fakultas Kedokteran harus menjaga transparansi dan profesionalisme dalam tata kelola. Kepercayaan publik sangat ditentukan oleh bagaimana institusi ini dikelola,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan akreditasi. Standar Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter disebut sebagai indikator penting dalam menilai mutu lulusan.

“Kita harus terus mempercepat peningkatan kualitas dan akreditasi. Standar UKMPPD harus menjadi perhatian serius agar kualitas FK UNUSA semakin diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Rektor juga mendorong penguatan peran fakultas kedokteran dalam pengembangan riset dan inovasi kesehatan. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mendidik mahasiswa, tetapi juga menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Fakultas Kedokteran harus menjadi pusat pengembangan riset dan inovasi kesehatan, sekaligus aktif menghadirkan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan kedokteran tidak hanya membentuk tenaga medis yang kompeten secara teknis. Nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan calon dokter.

“Dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi empati, integritas, dan nilai kemanusiaan dalam melayani pasien,” ujarnya.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *