Example 728x250
Pendidikan

Juara OSA 2025, Triven Raih Golden Ticket UNAIR ke Prodi Akuntansi

15
×

Juara OSA 2025, Triven Raih Golden Ticket UNAIR ke Prodi Akuntansi

Sebarkan artikel ini
UNAIR

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali membuka akses bagi siswa berprestasi melalui jalur Golden Ticket 2026. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Triven Ihad Prasetya.

Ia berhasil mengamankan kursi di program studi S1 Akuntansi setelah dinobatkan sebagai peserta terbaik pertama dalam Olimpiade Sains Airlangga (OSA) kategori Sosial dan Humaniora (Soshum).

Example 300x600

Capaian tersebut bukan hasil instan. Triven menapaki proses panjang dengan persiapan matang sejak jauh hari. Keberhasilannya menjadi penanda kuat bahwa jalur prestasi tetap menjadi ruang kompetitif bagi siswa dengan rekam jejak akademik yang solid.

Perjalanan Triven menuju podium tertinggi OSA berlangsung dalam atmosfer kompetisi yang ketat. Ajang yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di Kampus C UNAIR itu diikuti sekitar 6.000 peserta, dengan hampir 2.800 di antaranya berasal dari kategori Soshum.

Para peserta dihadapkan pada 100 soal lintas disiplin, mulai dari ekonomi, sejarah, matematika hingga sosiologi-antropologi, dengan sistem penilaian berbasis Item Response Theory (IRT).

Bagi Triven, ini bukan pengalaman pertama. Ia sempat mengikuti kompetisi serupa saat duduk di kelas 11. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membaca pola soal dan mengelola strategi pengerjaan. Meski demikian, ia mengaku tidak menargetkan posisi puncak.

“Pastinya senang, tapi jujur tidak menyangka bisa jadi terbaik satu di antara ribuan peserta. Sistem penilaiannya juga ketat, jadi sempat ragu dengan hasilnya,” ujarnya.

Momentum kemenangan itu sekaligus menjadi pintu masuk menuju program studi akuntansi tanpa harus melalui jalur tes reguler. Jalur Golden Ticket memberikan afirmasi bahwa capaian akademik yang konsisten dapat menjadi penentu utama dalam seleksi masuk perguruan tinggi.

Jika ditarik ke belakang, dominasi Triven di OSA merupakan akumulasi dari berbagai prestasi yang ia ukir selama masa SMA. Fokusnya pada bidang ekonomi terlihat konsisten.

Pada Oktober 2025, ia meraih juara tiga dalam Kompetisi Ekonomi Nasional di Universitas Gadjah Mada. Sebulan berselang, ia menempati posisi pertama dalam ajang serupa di Universitas Negeri Malang.

Tidak hanya itu, ia juga mencatatkan prestasi dalam olimpiade ekonomi di Universitas Negeri Surabaya. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah saat mengikuti High School Tax Competition yang diselenggarakan oleh PKN STAN.

Dalam ajang tersebut, ia harus bertanding langsung di kampus utama STAN di Bintaro, Tangerang Selatan.

“Saya berangkat ke STAN untuk mewakili sekolah. Itu pengalaman yang sangat berkesan karena bertemu peserta dari berbagai daerah,” tuturnya.

Rekam jejak tersebut menunjukkan spesialisasi yang kuat di bidang ekonomi dan perpajakan. Hal itu pula yang menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi Golden Ticket UNAIR, yang tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga konsistensi dan arah minat akademik peserta.

Saat ini, Triven tengah bersiap memasuki fase baru sebagai calon mahasiswa. Meski pengumuman resmi SNBP dijadwalkan pada akhir Maret, posisinya relatif aman berkat capaian yang diraih melalui jalur prestasi.

Fokusnya kini beralih pada persiapan mengikuti rangkaian orientasi mahasiswa baru UNAIR, yang dikenal dengan sebutan AMERTA.

Rasa antusias mulai terlihat saat ia membayangkan kehidupan kampus yang akan dijalani dalam waktu dekat. “Saya penasaran seperti apa AMERTA 2026 nanti. Tidak sabar untuk segera dikukuhkan sebagai mahasiswa baru,” ucapnya.

Transisi dari bangku sekolah menuju dunia perkuliahan menjadi fase penting yang menuntut adaptasi cepat. Dengan pengalaman kompetisi tingkat nasional serta fondasi akademik yang kuat, Triven memasuki lingkungan baru dengan modal yang tidak sedikit.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *