Example 728x250
Pendidikan

Dari Kampus ke Puncak Arjuno: Perjalanan Ksatria Airlangga Menyemai Kehidupan

55
×

Dari Kampus ke Puncak Arjuno: Perjalanan Ksatria Airlangga Menyemai Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Ksatria Airlangga
Suasana pelepasan Kesatria Airlangga "Ekspedisi 80 Arjuno 3339 MDPL", Ketua IKA Unair, Dr. (HCUA) Khofifah Indar Parawansa, M.Si., saat menyerahkan bendera Merah Putih.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Di tengah sejuknya udara sore di Kampus MERR-C Universitas Airlangga, Jumat (15/8/2025), 25 mahasiswa UKM Wanala berdiri berbaris rapi.

Tas carrier besar di punggung mereka bukan sekadar berisi perlengkapan mendaki, tetapi juga membawa semangat, misi, dan harapan.

Example 300x600

Hari itu, mereka dilepas langsung oleh Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, bersama Ketua IKA UNAIR, Dr (HCUA) Khofifah Indar Parawansa MSi, untuk sebuah perjalanan yang lebih dari sekadar pendakian “Ekspedisi 80 Gunung Arjuno”.

Bagi para Ksatria Airlangga ini, langkah kaki menuju puncak Arjuno adalah simbol perjalanan bangsa. Setiap tanjakan dan jalur terjal mencerminkan perjuangan para pahlawan yang 80 tahun lalu memerdekakan negeri.

“Pendakian ini tantangan fisik dan mental, tapi juga kesempatan untuk memperkuat persatuan dan menyalakan kembali semangat perjuangan itu dalam diri kalian,” pesan Prof Madyan sebelum keberangkatan.

Namun, tujuan mereka tidak berhenti di puncak. Di ketinggian 3.339 meter, bendera merah putih sepanjang 80 meter akan dikibarkan, berdampingan dengan bendera UNAIR, sebagai penanda bahwa semangat anak muda tak pernah padam.

Sementara di lereng Arjuno, tepatnya di Pos 1 Jalur Sumber Brantas, 2.000 bibit pohon cemara gunung dan eukaliptus akan ditanam.

Setiap lubang tanah yang mereka gali adalah janji untuk memberi kehidupan baru bagi alam.

Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., saat menyerahkan bendera UNAIR.

“Menanam pohon itu menanam masa depan. Mudah-mudahan ini menjadi sumber air dan memberi kehidupan bagi banyak orang,” ujar Khofifah.

Bagi UKM Wanala, ini adalah kali pertama mereka secara resmi bergabung dalam ekspedisi tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperingati Hari Kemerdekaan.

Kehadiran mereka menandai kolaborasi antara semangat kebangsaan, kepedulian lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di balik fisik yang siap mendaki, para mahasiswa ini membawa kesadaran bahwa perjuangan kini tak lagi hanya di medan tempur, tetapi juga di medan sosial dan lingkungan.

Misi mereka selaras dengan komitmen UNAIR terhadap Sustainable Development Goals, khususnya aksi iklim dan pelestarian daratan.

Saat nanti mereka berdiri di puncak Arjuno pada 17 Agustus, mengibarkan bendera di langit kemerdekaan, mereka tahu bahwa perjalanan ini bukan sekadar menaklukkan gunung, tetapi juga menanamkan makna, bahwa mencintai negeri berarti menjaga tanahnya, airnya, dan segala kehidupan yang tumbuh di atasnya.

Dari kampus ke puncak, dari tawa rekan seperjalanan hingga peluh di jalur pendakian, setiap langkah Ekspedisi 80 Gunung Arjuno adalah doa yang dibawa angin, agar negeri ini terus hijau, bersatu, dan merdeka untuk selama-lamanya.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *