KILASJAVA.ID, SURABAYA – Ajang kreativitas 4C’S On The Stage 2025 kembali digelar oleh SMP Khadijah Surabaya. Kegiatan tahunan yang kini memasuki tahun keempat ini diadakan di Aula Yayasan Khadijah, Rabu (19/11/2025).
Tahun ini, sekolah menghadirkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari Ichiro ITS Robotics Team sebagai bintang tamu, serta tiga panelis yang mewakili akademisi dan lembaga otoritatif: Muhtadin (Dosen ITS), Mohammad Zikky (Dosen PENS), dan Rini Wulansari (Badan POM).
Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, A. Sya’roni, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberlanjutan acara tersebut.
Ia menilai 4C’S On The Stage sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas literasi dan penelitian para pelajar Surabaya, terutama di bidang lingkungan, kesehatan, dan teknologi.
Kolaborasi dengan ITS, Badan POM, serta Dinas Lingkungan Hidup dianggap sebagai bentuk keseriusan sekolah dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki dampak langsung terhadap kemampuan riset pelajar Surabaya.

Setiap ruang pengembangan positif, kata Sya’roni, adalah bagian dari upaya mencetak generasi dengan daya saing tinggi.
Ia menegaskan bahwa bonus demografi 2045 membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang unggul, termasuk dari Surabaya yang diharapkan berperan sebagai motor kemajuan Jawa Timur.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru, kepala sekolah, dan pembimbing yang dinilai berperan penting dalam pendampingan siswa.
Dengan gaya khas Suroboyoan, ia menutup dengan ungkapan, “Suroboyo gak onok 4C’S On The Stage SMP Khadijah Surabaya, gak asyik rek”.
Baginya, acara ini adalah momentum luar biasa yang menunjukkan keseriusan sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang progresif.
Kepala SMP Khadijah Surabaya, Umi Mumtafi’ah, menjelaskan bahwa 4C’S On The Stage merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang menjadi wujud konkret pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning).
Pendekatan ini menekankan tiga pilar penting: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui proyek-proyek tersebut, peserta didik tidak hanya belajar konsep, tetapi juga mengembangkan solusi nyata yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses penilaian, sekolah melibatkan para ahli dari ITS, PENS, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menguji kelayakan dan manfaat proyek siswa.













