KILASJAVA.ID, ACEH – Pascabanjir, ancaman terbesar bagi warga bukan hanya lumpur dan puing yang tersisa, tetapi risiko penyakit yang mengintai kelompok paling rentan.
Kondisi inilah yang mendorong Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) melalui program Unusa Peduli memperkuat layanan kesehatan di Desa Pante Pisang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada hari ketiga pelaksanaan kegiatan.
Program ini dijalankan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagaimana tercantum dalam surat pengumuman Nomor 1737/C3/AL.04/2025.
Layanan kesehatan difokuskan pada kelompok lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak kesehatan lanjutan pascabencana.
Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan umum, skrining kehamilan, pemantauan kondisi lansia, serta pengobatan bagi anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan.
Tim FK UNUSA dipimpin oleh dr. Hotimah Masdan Salim, Ph.D, bersama dr. Mustika Chasanatus Syarifah, Sp.FM. Pelayanan di lapangan turut diperkuat oleh dua dokter muda, Singgih, S.Ked, dan Cahyo, S.Ked, serta dua bidan setempat yang berperan aktif dalam layanan kesehatan ibu dan anak.
Selain pelayanan medis, Unusa Peduli juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket ibu hamil dan menyusui, perlengkapan bayi dan anak, serta bantuan sembako yang diperuntukkan bagi kebutuhan dapur umum warga terdampak.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah masalah kesehatan yang cukup menonjol. Penyakit kulit, seperti infeksi jamur dan kutu air, banyak ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. Kondisi lingkungan yang lembap serta keterbatasan sanitasi pascabanjir diduga menjadi faktor utama pemicu masalah tersebut.
Tim medis juga mencatat kecenderungan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan debu dan partikel sisa banjir. Anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak terdampak oleh gangguan pernapasan ini.
Sebagai langkah antisipasi, FK UNUSA tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga mengedepankan edukasi kesehatan.
Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan masker untuk melindungi saluran pernapasan, disertai pembagian masker sebagai upaya pencegahan yang praktis dan mudah diterapkan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, FK UNUSA menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.
Program Unusa Peduli diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat pemulihan kesehatan warga Desa Pante Pisang, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam kerja-kerja kemanusiaan pascabencana.













