Example 728x250
Pendidikan

Haflah Miladiyah ke-8 SD Khadijah Wonorejo, Panggung Kreativitas dan Pendidikan Karakter

20
×

Haflah Miladiyah ke-8 SD Khadijah Wonorejo, Panggung Kreativitas dan Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini
SD Khadijah Wonorejo

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Ballroom BG Junction Surabaya, Sabtu (31/1/2026), berubah menjadi ruang ekspresi pendidikan. Riuh tepuk tangan, alunan musik tradisional, hingga drama perjuangan berpadu dalam Haflah Miladiyah ke-8 SD Khadijah Wonorejo yang tahun ini mengusung tema Gemilang, akronim dari Gebyar Ekspresi Murid yang Inovatif, Lincah, dan Cemerlang.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa SD Khadijah Wonorejo bersama para wali murid. Sejak awal acara, panggung haflah menjadi saksi bagaimana proses pendidikan diterjemahkan dalam bentuk karya dan penampilan.

Example 300x600

Mulai dari tari Remo yang merepresentasikan budaya lokal, atraksi pencak silat dan taekwondo, hingga drama kolosal perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah, ditampilkan oleh para siswa dengan penuh percaya diri.

Tak sekadar pentas seni, haflah ini juga menjadi ruang apresiasi atas capaian prestasi peserta didik. SD Khadijah Wonorejo memberikan penghargaan kepada siswa-siswa yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Di antaranya prestasi pada kejuaraan pencak silat, KSNR 7 dengan raihan Gold Medalist, sepatu roda freestyle, serta sejumlah kompetisi lainnya di berbagai bidang.

Kepala SD Khadijah Wonorejo, Muchammad Rochman Firdian, menyampaikan bahwa Haflah Miladiyah ke-8 menjadi momentum penting untuk menampilkan hasil proses pendidikan yang dijalani siswa selama ini.

Menurut dia, setiap anak memiliki potensi yang perlu difasilitasi dan diberi ruang untuk berkembang.

“Pada haflah ini, anak-anak menampilkan kreativitasnya masing-masing. Ini bagian dari pembelajaran, bagaimana mereka berani tampil, bekerja sama, dan mengekspresikan diri,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada makna khusus pada haflah tahun ini karena digelar bertepatan dengan Hari Lahir Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Karena itu, SD Khadijah Wonorejo mengangkat tema resolusi jihad melalui drama kolosal yang ditampilkan siswa.

“Sekolah kami berada di bawah naungan Yayasan Khadijah yang merupakan bagian dari Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Resolusi jihad kami maknai sebagai semangat berjuang melalui pendidikan,” kata Rochman. SD Khadijah Wonorejo

Menurutnya, konsep jihad yang ditanamkan kepada siswa bukan dalam konteks peperangan, melainkan perjuangan intelektual dan moral.

Di masa kini, jihad diwujudkan dengan menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memberi kontribusi positif bagi bangsa.

“Harapan kami, siswa SD Khadijah Wonorejo kelak menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang santun dan berkarakter,” ujarnya.

Rochman juga mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD Khadijah Wonorejo. Hingga saat ini, jumlah siswa mencapai 647 orang.

Angka tersebut merupakan hasil seleksi ketat pada proses penerimaan siswa baru, mengingat jumlah pendaftar setiap tahun selalu melebihi daya tampung sekolah.

“Tingginya animo masyarakat menjadi tanggung jawab bagi kami untuk menjaga mutu pendidikan dan layanan,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua I Yayasan Khadijah Surabaya, Dr. KH. Abdullah Sani. Ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap SD Khadijah Wonorejo merupakan amanah besar yang harus dirawat secara berkelanjutan oleh seluruh unsur sekolah.

“Kepercayaan ini harus dijawab dengan pelayanan pendidikan yang maksimal, dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada sekolah. Peran orang tua, menurut dia, sangat menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak. Karena itu, ia mengajak orang tua untuk aktif mengawal proses pendidikan anak, baik melalui pendampingan maupun doa.

“Jika orang tua mendoakan anak-anaknya setiap selesai salat wajib dan diiringi dengan usaha nyata di rumah, maka separuh tugas sekolah sudah terbantu,” katanya.

Abdullah Sani menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga agar potensi anak berkembang secara optimal.

Ia berharap seluruh siswa SD Khadijah Wonorejo kelak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu meraih cita-cita terbaiknya.

Haflah Miladiyah ke-8 SD Khadijah Wonorejo menjadi cermin bahwa pendidikan dasar tidak hanya berbicara tentang akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pelestarian nilai, dan penyiapan generasi masa depan.

Dari panggung seni hingga pesan moral, sekolah ini menegaskan komitmennya mencetak generasi yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *