KILASJAVA.ID, SURABAYA – Konsolidasi organisasi tidak selalu dimulai dari ruang sidang. Bagi Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri (PC SPAI) FSPMI Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, proses itu justru dimulai sejak roda bus bergerak meninggalkan Surabaya menuju Jakarta, Jumat (7/2/2026).
Sebanyak 17 peserta berangkat menggunakan satu unit bus mini untuk menghadiri Kongres VII Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Perjalanan ini bukan sekadar mobilisasi peserta, melainkan bagian dari ikhtiar menyatukan visi dan memperkuat barisan menjelang agenda nasional yang menentukan arah perjuangan buruh ke depan.
Rombongan dipimpin Ketua PC SPAI FSPMI Kota Surabaya Slamet Raharjo bersama Ketua PC SPAI FSPMI Kabupaten Sidoarjo Eko Sunarto. Peserta terdiri dari jajaran Ketua dan Sekretaris PC SPAI FSPMI serta perwakilan Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPAI FSPMI dari dua wilayah tersebut.
Dari Surabaya, PUK yang ikut serta berasal dari PT Adhibaladika Agung atau Bukit Darmo Golf, PDTS Kebun Binatang Surabaya, PT Deverindo Indograha Raya, PT G4S Security Services, PT ISS Indonesia Jawa Timur, PT Prosam Plano, serta PT Fast Food Indonesia atau KFC. Sementara dari Sidoarjo, PUK yang tergabung antara lain CV Boga Lestari, PT Leef Esens Flora, PT Indomarco Prismatama, dan PT Tri Teguh Manunggal Sejati.
Kongres VII FSPMI akan digelar pada 8–9 Februari 2026 di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta. Agenda strategis kongres meliputi pemilihan Majelis Nasional dan Presiden FSPMI, sekaligus pembahasan arah besar perjuangan organisasi dalam menghadapi dinamika industrial, ketenagakerjaan, dan kebijakan nasional.
Rangkaian agenda berlanjut dengan Musyawarah Nasional masing-masing Serikat Pekerja Aneka. Untuk sektor SPAI, Munas IV SPAI FSPMI dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Februari 2026.
Fokus utama munas ini adalah pemilihan Ketua Umum SPAI FSPMI serta perumusan arah perjuangan dan program organisasi untuk lima tahun mendatang.
Ketua PC SPAI FSPMI Surabaya, Slamet Raharjo, menilai momentum Kongres VII FSPMI dan Munas IV SPAI FSPMI sangat menentukan bagi penguatan struktur organisasi.
Menurutnya, tantangan buruh yang semakin kompleks menuntut serikat pekerja untuk terus berbenah, baik secara struktural maupun strategis.
Organisasi tidak boleh berjalan di tempat. Penyempurnaan struktur dan penguatan konsolidasi adalah kunci agar SPAI FSPMI tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan riil anggota, katanya.
Perjalanan menuju Jakarta berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Hujan yang mengiringi keberangkatan tidak mengurangi semangat rombongan. Justru sebaliknya, perjalanan panjang tersebut dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi informal.
Di sejumlah rest area jalan tol, peserta berdiskusi, bertukar pandangan, dan menyatukan sikap menghadapi agenda kongres dan munas.
Diskusi berlangsung cair namun substansial, mencerminkan kesadaran kolektif bahwa perjuangan buruh ke depan membutuhkan kekompakan dan arah yang jelas.
Alhamdulillah, perjalanan ini berjalan lancar. Semoga seluruh rangkaian kongres dan munas menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi dan kaum pekerja, ujar Slamet Raharjo.
Kongres VII FSPMI dan Munas IV SPAI FSPMI diharapkan menjadi titik penting dalam penguatan organisasi serikat pekerja di tingkat nasional.
Tidak hanya sebagai ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga sebagai forum strategis untuk mempertegas posisi dan arah perjuangan buruh Indonesia di tengah perubahan dunia kerja yang kian cepat.













