KILASJAVA.ID, SURABAYA – Dinamika internasionalisasi pendidikan tinggi kembali menemukan momentumnya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia ke kampus ITS pada Kamis (12/2) bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan bagian dari konsolidasi strategis jejaring akademik global yang semakin relevan di tengah kompetisi pengetahuan berbasis inovasi.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat tersebut mempertemukan pimpinan ITS dengan perwakilan Kedutaan Besar Swedia untuk membahas penguatan kolaborasi pendidikan, riset, serta konektivitas industri.
Agenda ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa kemitraan internasional tidak lagi bersifat simbolik, melainkan harus berdampak sistemik.
Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan bahwa relasi akademik dengan institusi pendidikan tinggi Swedia telah terbangun dalam jangka panjang.
Sejumlah mitra strategis seperti KTH Royal Institute of Technology, Stockholm School of Economics, dan University of Borås menjadi bagian dari jaringan kolaborasi tersebut.
Menurut Bambang, kerja sama ini perlu ditingkatkan dalam skema yang lebih komprehensif. ITS menawarkan penguatan International Undergraduate Program (IUP), perluasan peluang gelar ganda, serta akses terhadap jejaring industri teknologi di Swedia.
Skema ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman akademik lintas negara yang selaras dengan kebutuhan transformasi industri global.
Ia menekankan bahwa internasionalisasi harus dimaknai sebagai proses peningkatan kualitas, bukan sekadar mobilitas.
Perguruan tinggi dituntut membangun ekosistem kolaborasi yang memungkinkan transfer pengetahuan, pengembangan kompetensi global, dan perluasan prospek karier bagi mahasiswa maupun alumni.
Sebagai langkah timbal balik, ITS juga membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa Swedia untuk belajar di Surabaya melalui program pertukaran dan magang jangka pendek.
Interaksi dua arah tersebut dinilai strategis dalam membangun dialog lintas budaya sekaligus memperkuat jejaring akademik yang berkelanjutan.
Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert menyampaikan bahwa hubungan antara universitas-universitas Swedia dan ITS menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Ia menilai ITS sebagai mitra aktif dan progresif dalam mengembangkan kolaborasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Daniel juga menyoroti meningkatnya minat mahasiswa Swedia untuk menempuh studi di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan perubahan persepsi global terhadap Indonesia sebagai ruang akademik yang semakin kompetitif, terutama dalam bidang teknologi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Ke depan, ia mendorong adanya pertemuan lanjutan dengan universitas-universitas di Swedia guna merumuskan agenda kolaborasi yang lebih konkret.
Fokusnya mencakup penguatan riset bersama, pengembangan program pendidikan terintegrasi, serta sinergi dengan sektor industri.
Kolaborasi ITS dan Swedia juga memiliki relevansi dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas dan kemitraan global. Perguruan tinggi berperan sebagai simpul diplomasi pengetahuan yang menjembatani kepentingan akademik, industri, dan pembangunan berkelanjutan lintas negara.
Dalam lanskap global yang ditandai percepatan inovasi dan disrupsi teknologi, penguatan jejaring internasional menjadi prasyarat untuk menjaga daya saing.
Kunjungan ini menegaskan komitmen ITS dalam membangun ekosistem akademik yang terhubung secara global, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Dengan fondasi kolaborasi yang terus diperluas, ITS menempatkan diri sebagai institusi yang tidak hanya responsif terhadap dinamika global, tetapi juga proaktif membentuk arah kemitraan strategis.
Diplomasi pendidikan yang dijalin bersama Swedia menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di kancah internasional.













