Example 728x250
Pendidikan

SMA Khadijah Surabaya Kembali Buktikan Kualitas, Dua Siswa Lolos Golden Ticket Unair

15
×

SMA Khadijah Surabaya Kembali Buktikan Kualitas, Dua Siswa Lolos Golden Ticket Unair

Sebarkan artikel ini
SMA Khadijah
Dari kiri: Qurina Dewi Baroro, Luluk Zakiyah, Guru BK dan M. Allen Semesta Takbir Kuswindaryanto, saat menerima Golden Ticket Unair.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Jalur Golden Ticket kembali menjadi panggung pembuktian kualitas pelajar Jawa Timur. Dari 68 nama yang diumumkan oleh Universitas Airlangga, dua di antaranya berasal dari SMA Khadijah Surabaya: Qurina Dewi Baroro dan M. Allen Semesta Takbir Kuswindaryanto.

Qurina yang dikenal sebagai mantan Ketua OSIS berhasil mengamankan kursi di program studi S1 Ilmu Ekonomi. Sementara Allen memilih S1 Sosiologi sebagai arah studinya. Keduanya menembus seleksi ketat yang melibatkan ribuan siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Example 300x600

Di balik capaian tersebut, terdapat proses panjang yang tidak instan. Guru BK SMA Khadijah, Luluk Zakiyah, menilai keberhasilan ini merupakan kombinasi antara ketekunan akademik, keaktifan dalam kompetisi, serta kekuatan mental dan spiritual siswa.

Menurutnya, Qurina memiliki rekam jejak prestasi yang konsisten sejak awal. Selain aktif dalam organisasi, ia juga rutin mengikuti berbagai ajang kompetisi, termasuk Olympiade Sains Airlangga (OSA). Allen pun menunjukkan kualitas serupa, baik dari sisi akademik maupun keterlibatannya dalam kompetisi.

“Ini bukan hasil yang datang tiba-tiba. Ada proses panjang, ada kerja keras, doa, dan bimbingan yang terus menerus. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Unair atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Luluk.

Bagi Qurina, keberhasilan ini merupakan akumulasi dari persiapan sejak dini. Ia menegaskan bahwa fokus terhadap tujuan menjadi kunci utama. Sejak awal, ia hanya menetapkan satu pilihan jurusan, yakni Ilmu Ekonomi.

“Saya berusaha konsisten sejak kelas 10, baik dari nilai maupun pengalaman lomba. Saya juga memperbanyak doa dan mencoba membuka banyak peluang. Alhamdulillah, semuanya terasa dimudahkan,” tuturnya.

Berbeda dengan Qurina, Allen justru menapaki proses yang lebih berliku. Ia mengakui sempat berada dalam fase keraguan dan kehilangan arah. Namun, dorongan dari guru BK mengubah cara pandangnya terhadap proses.

“Ada fase bingung, bahkan sempat jatuh dan tidak yakin. Tapi saya diingatkan bahwa usaha itu hanya sebagian kecil, sementara mindset, keyakinan, dan doa memegang peran besar. Dari situ saya bangkit,” ungkapnya.

Keberhasilan dua siswa ini sekaligus menegaskan konsistensi SMA Khadijah dalam mencetak lulusan berkualitas. Sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun fondasi karakter yang kuat.

Yayasan Khadijah Surabaya sebagai institusi yang menaungi sekolah tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.

Pendekatan yang diterapkan tidak hanya menekankan pada kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas moral dan kepemimpinan.

Lingkungan belajar yang kompetitif namun tetap berakar pada pembinaan akhlak menjadi salah satu kekuatan utama.

Siswa didorong untuk aktif, berprestasi, sekaligus memiliki kesadaran spiritual yang kuat. Model pendidikan seperti ini terbukti mampu melahirkan generasi yang tidak hanya siap bersaing secara akademik, tetapi juga matang dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *