KILASJAVA.ID, BOJONEGORO – Polres Bojonegoro, Polda Jawa Timur, meraih penghargaan dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sebagai Unit Pelayanan Publik Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Mandiri Instansional Tahun 2025 dengan kategori Pelayanan Prima (A).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Hasil Rakor Perencanaan dan Penganggaran Polri Tahun 2026 di Malang, Jawa Timur, Kamis, 13 Agustus 2026.
Predikat tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Polres Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan itu sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan publik menjadi salah satu perhatian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Polri tidak hanya dituntut hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, profesional, dan humanis.
Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel Polres Bojonegoro. Menurut dia, predikat Pelayanan Prima (A) bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi pengingat sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar AKBP Yenni Diarty, Jumat, 14 Agustus 2026.
Yenni mengatakan masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, humanis, tepat waktu, dan profesional. Karena itu, predikat tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh personel untuk terus membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Disiplin, integritas, etika, profesionalisme, serta kemampuan merespons kebutuhan masyarakat, harus menjadi bagian dari setiap pelaksanaan tugas,” tegas Yenni.
Kapolres Bojonegoro berkomitmen terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar standar pelayanan yang telah berjalan baik dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
“Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja nyata,” pungkas polisi wanita lulusan Akpol tahun 2005 tersebut.













