Example 728x250
Pendidikan

Menparekraf Apresiasi Inovasi Mobile Water Unusa

53
×

Menparekraf Apresiasi Inovasi Mobile Water Unusa

Sebarkan artikel ini
Unusa

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menunjukkan eksistensinya dalam mendorong inovasi berbasis teknologi di lingkungan pendidikan tinggi.

Hal ini tercermin dari kunjungan kehormatan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, yang hadir secara langsung pada Senin, (4/8/2025) sore.

Example 300x600

Dalam lawatan tersebut, Menteri Teuku Riefky meninjau berbagai produk inovatif hasil karya sivitas akademika Unusa.

Salah satu inovasi yang memperoleh perhatian khusus adalah Mobile Water and Incinerator, sebuah teknologi portabel yang dirancang untuk mengolah limbah sekaligus menyediakan akses air bersih.

Inovasi ini dinilai memiliki relevansi tinggi untuk diterapkan di wilayah-wilayah terpencil maupun daerah terdampak bencana alam, mengingat karakteristiknya yang praktis dan efisien.

Menteri menyampaikan kekagumannya atas hasil kerja para mahasiswa dan dosen di lingkungan Unusa.

Menurutnya, Mobile Water and Incinerator merupakan perwujudan nyata dari kontribusi dunia pendidikan terhadap penyelesaian persoalan riil di tengah masyarakat.

Ia berharap teknologi tersebut dapat menjadi bagian dari kerja sama strategis antara kementerian dan lembaga pendidikan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi nasional.

Teknologi tersebut merupakan bagian dari inovasi Mobile Unusa, sebuah kendaraan multifungsi yang dilengkapi sistem pengolahan air dan sampah.Unusa

Proyek ini dikembangkan dengan dukungan PT Pelindo Peti Kemas dan sebelumnya telah diperkenalkan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy.

Respons positif dari pemerintah pusat memperlihatkan potensi besar yang dimiliki Mobile Unusa sebagai solusi teknologi berbasis lokal yang terjangkau.

Seluruh komponen dan suku cadang dari teknologi ini diproduksi di dalam negeri, menegaskan kemandirian dalam pengembangan teknologi serta efisiensi dari sisi pembiayaan.

Tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di lapangan, teknologi ini juga memberikan nilai tambah melalui pendekatan berbasis inovasi sosial dan pemberdayaan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Teuku Riefky juga memaparkan berbagai aspek dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Ia menjelaskan mengenai 17 subsektor ekonomi kreatif, struktur klaster program yang diterapkan oleh kementerian, hingga rantai nilai dan penguatan ekosistem kreatif melalui pendekatan hexahelix.

Dalam pendekatan ini, akademisi dipandang sebagai elemen vital dalam kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, turut hadir dalam agenda tersebut.

Kehadirannya dimaksudkan untuk membuka peluang tindak lanjut kerja sama yang lebih konkret antara kementerian dan pihak universitas.

Cecep menilai bahwa inovasi dari lembaga pendidikan seperti Unusa merupakan sumber harapan bagi penguatan fondasi ekonomi kreatif Indonesia ke depan.

Rektor Unusa menyambut positif kunjungan ini sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peran strategis perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa Unusa berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menciptakan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Kunjungan ini memberikan semangat baru bagi sivitas akademika Unusa untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dalam rangka mewujudkan transformasi sosial dan kemajuan bangsa melalui inovasi yang berkelanjutan.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *