Example 728x250
Pendidikan

Kisah Yustina Gemilang, Pendidik Muda yang Belajar Toleransi dan Kasih

36
×

Kisah Yustina Gemilang, Pendidik Muda yang Belajar Toleransi dan Kasih

Sebarkan artikel ini
Yustina Gemilang
Saat bersama Rektor Unusa

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Senyumnya ramah, sorot matanya teduh, dan tutur katanya lembut. Itulah kesan pertama saat bertemu dengan Yustina Gemilang, S.Pd., Gr., seorang pendidik muda yang baru saja dilantik sebagai guru profesional melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kamis (21/8/2025).

Perjalanan hidupnya penuh warna, dari pengalaman mengajar di Papua hingga menemukan panggilan hidup sebagai guru yang mengajar dengan hati.

Example 300x600

Lahir di Surabaya pada 7 Juni 1998, sejak kecil Gemilang sudah tertarik pada dunia pendidikan.

Namun, titik balik hidupnya hadir ketika ia mengajar anak-anak di pedalaman Papua, tepatnya di SD YAPELIN Ob Anggen Dogobak, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan.

“Saya merasakan ilmu dan keterampilan saya belum cukup untuk menjawab kebutuhan anak-anak, khususnya mereka yang tinggal di pedalaman dengan segala keterbatasan,” kenangnya.

Dari pengalaman itu, tumbuh tekad kuat untuk melengkapi diri agar dapat melayani anak-anak secara lebih maksimal.

Kesempatan itu akhirnya datang ketika ia mendapat tawaran mengikuti program PPG Prajabatan di Unusa. Setelah melewati serangkaian tes, ia dinyatakan lolos.

“Saya melihat ini sebagai jawaban Tuhan sekaligus peluang berharga untuk melengkapi diri sebagai guru,” ujar putri almarhum Julius Warso Prapto Atmojo dan almarhumah Titin Jamiah.

Bagi Gemilang, profesi guru tidak sebatas mentransfer pengetahuan. Lebih dari itu, guru adalah teladan yang menghadirkan kasih dan membentuk karakter murid.

“Saya ingin anak-anak yang saya didik kelak tumbuh berintegritas dan berkarakter,” tuturnya, yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Menariknya, meski ia seorang non-muslim, Gemilang justru menemukan banyak nilai penting dari mata kuliah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Unusa.

Awalnya dianggap sekadar kewajiban akademis, namun semakin dipelajari, semakin ia memahami relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *