Example 728x250
Pendidikan

Unusa Perkenalkan Nomolitera, Inovasi Digital untuk Deteksi Nomophobia dan Literasi Digital

23
×

Unusa Perkenalkan Nomolitera, Inovasi Digital untuk Deteksi Nomophobia dan Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
Nomolitera

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEBTD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkenalkan inovasi teknologi terbaru bernama Nomolitera dalam rangkaian kegiatan 5th Brave yang mengusung tema “The Role of Artificial Intelligence (AI) in the Mental Health of the Young Generation”.

Acara yang berlangsung di Kampus C Unusa ini merupakan kelanjutan dari pembukaan resmi 5th Brave di tingkat universitas sehari sebelumnya.

Example 300x600

Nomolitera dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan telepon seluler di kalangan mahasiswa, khususnya terkait dampaknya terhadap kesehatan mental.

Inovasi ini berupa platform tes online berbasis web yang dirancang untuk mengukur tingkat nomophobia (No Mobile Phone Phobia) sekaligus tingkat literasi digital pengguna.

Ketua tim pengembang, Endang Sulistiyani, dosen Prodi Sistem Informasi FEBTD, menjelaskan bahwa Nomolitera berawal dari riset tentang penggunaan gawai dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

“Berawal dari kajian tentang peran ponsel dalam online learning di masa pandemi, pada 2024 akhirnya Nomolitera hadir sebagai bentuk kontribusi terhadap isu kesehatan mental dari sisi teknologi,” ungkap Endang.

Sebanyak 15 mahasiswa asing dari enam negara, yakni Malaysia, Filipina, Timor Leste, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia, turut serta dalam uji coba aplikasi ini.

Mereka antusias mengikuti instrumen tes untuk mengetahui level nomophobia masing-masing. Hasilnya beragam, meski sebagian besar berada pada kategori sedang (moderate).

Kegiatan perkenalan Nomolitera dikemas interaktif melalui diskusi materi, sesi berbagi pengalaman online learning di negara asal peserta, hingga praktik penggunaan platform.

Suasana semakin meriah ketika hasil skor peserta diumumkan.

Sebagai penutup, panitia menggelar kuis yang dimenangkan oleh dua mahasiswa asal Filipina di posisi pertama dan kedua, sementara posisi ketiga diraih mahasiswa akuntansi Unusa.

Endang menegaskan bahwa Nomolitera bukanlah alat diagnosis medis, melainkan sarana digital mental health untuk meningkatkan kesadaran diri.

“Peserta tidak perlu cemas bila hasilnya menunjukkan level nomophobia tinggi. Justru ini bisa menjadi alarm agar lebih bijak berinteraksi dengan ponsel. Kami berharap Nomolitera dapat digunakan secara berkala sebagai upaya preventif,” jelasnya.

Platform ini dapat diakses secara terbuka melalui laman [https://nomolitera.my.id/](https://nomolitera.my.id/).

Kehadirannya diharapkan dapat memberikan manfaat luas, sekaligus menjadi kontribusi Unusa dalam menjaga kesehatan mental generasi muda di tengah era digital yang semakin kompleks.

Dengan Nomolitera, Unusa tidak hanya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang inovatif, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap isu-isu yang dihadapi generasi muda, khususnya terkait kesehatan mental dan literasi digital.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *