Example 728x250
Pendidikan

iConASET 2025, Unusa Perkuat Jejaring Akademik Internasional Hadapi Era Society 5.0

22
×

iConASET 2025, Unusa Perkuat Jejaring Akademik Internasional Hadapi Era Society 5.0

Sebarkan artikel ini
Unusa
Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., saat membuka iConASET 2025.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Applied Sciences, Education and Technology (iConASET).

Kegiatan yang sudah berlangsung rutin sejak 2019 ini memasuki penyelenggaraan keempat dengan tema besar Entering Society 5.0, Adaptation and Enhancement.

Example 300x600

Konferensi ini menitikberatkan pada kesiapan dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam menghadapi era masyarakat 5.0, di mana manusia dan teknologi berintegrasi lebih erat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembukaan yang berlangsung di Ruang Theater Kampus C Unusa, Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie menuturkan bahwa peningkatan jumlah partisipan dari tahun ke tahun membuktikan daya tarik iConASET di kalangan akademisi global.

“Alhamdulillah, sejak pertama kali mencetuskan iConASET, jumlah peserta, makalah, hingga pembicara terus bertambah. Melalui forum ini, Unusa tidak hanya menguatkan jejaring internasional, tetapi juga meningkatkan kontribusi publikasi ilmiah di jurnal bereputasi,” ujarnya pada Rabu (27/8).

Prof. Jazidie menambahkan bahwa sejak awal, visi utama iConASET adalah menjadikannya sebagai ikon sekaligus aset bagi Unusa, mempertegas posisi kampus sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan penelitian global.

Salah satu sesi yang menyedot perhatian peserta adalah presentasi dari Prof. Shane Snyder, pakar dari Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat. Ia membahas isu krusial terkait tantangan ketersediaan air dan pengolahan air di negara-negara berkembang.

Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D,

Menurutnya, akses terhadap air bersih dan sanitasi layak merupakan pondasi kehidupan sehat, namun masih sering diabaikan di banyak kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara.

Isu ini kemudian ditanggapi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin.

Ia memaparkan dua gagasan besar pengolahan air, yaitu pemanfaatan kembali air limbah melalui teknologi pengolahan hingga layak pakai, serta metode filtrasi alami untuk mengurangi kadar garam pada air laut sebelum diolah lebih lanjut.

Meski menjanjikan, Syafiuddin mengakui kedua metode tersebut membutuhkan sumber daya besar, baik dari sisi biaya, teknologi, maupun tenaga ahli.

Karena itu, implementasi membutuhkan perencanaan matang serta kolaborasi lintas sektor.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *