Example 728x250
Pendidikan

FK Unusa Mantapkan Langkah dengan PPDS Pulmonologi dan Obgyn

15
×

FK Unusa Mantapkan Langkah dengan PPDS Pulmonologi dan Obgyn

Sebarkan artikel ini

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali mencatat capaian penting dengan melantik dan mengambil sumpah sebelas dokter baru.

Upacara yang digelar Kamis (28/8/2025) tersebut sekaligus menandai kelulusan dokter ke-214 sejak fakultas ini berdiri.

Example 300x600

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Dr. Handayani, dr., M.Kes., menyampaikan rasa bangganya atas prestasi mahasiswa yang mayoritas berhasil lulus sebagai first taker Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD).

“Kelulusan first taker di atas 80 persen adalah bukti mutu pembelajaran kami. Ini juga menjadi tolok ukur penting dalam akreditasi fakultas,” jelasnya.

Menurut Handayani, keberhasilan ini menjadi motivasi Unusa untuk semakin serius menyiapkan program lanjutan berupa Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

“Dua PPDS yang tengah kami rintis adalah pulmonologi-respirasi serta obstetri dan ginekologi. Mohon doa semoga segera terealisasi,” tambahnya.

Wakil Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Prof. Muchlas Samani, menuturkan bahwa Unusa mendapat mandat dari pemerintah untuk membuka lima program spesialis.

Namun pada tahap awal, dua bidang tersebut diprioritaskan karena kebutuhan tenaga medisnya mendesak.

“Sebagai fakultas yang telah terakreditasi unggul dan memiliki tiga rumah sakit sendiri, Unusa sangat layak melangkah ke jenjang spesialis. Proses perizinan sedang berjalan, semoga segera mendapat lampu hijau,” ungkapnya.

Ia mengingatkan para dokter baru agar bangga dengan almamaternya. “Anda adalah lulusan yang beruntung. Jaga nama baik Unusa di mana pun Anda mengabdi,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Muchlas juga membekali para dokter baru dengan filosofi kepemimpinan dari buku Stephen Covey “The 7 Habits of Highly Effective People”.

Menurutnya, dokter bukan hanya profesi ilmiah, tetapi juga panggilan kemanusiaan yang menuntut keterampilan sosial.

“Pertama, jadilah proaktif. Kedua, belajarlah memahami orang lain sebelum meminta dipahami. Ketiga, pikirkan solusi win-win dalam berinteraksi. Keempat, utamakan yang utama. Dan terakhir, jangan lupa terus mengasah kemampuan, karena hanya dengan belajar kita bisa beriringan dengan kemajuan zaman,” jelasnya.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, menambahkan bahwa pada tahun ajaran 2025/2026, FK Unusa menerima empat mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Menurutnya, ini menjadi bukti keseriusan Unusa untuk membuka akses pendidikan kedokteran bagi masyarakat luas, meski biaya pendidikannya relatif tinggi.

“Unusa berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif. Semua anak bangsa, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi, termasuk kedokteran,” ujarnya.

Dengan lulusan yang terus bertambah, tingkat kelulusan tinggi, serta rencana pembukaan program spesialis, FK Unusa meneguhkan langkahnya sebagai salah satu penyelenggara pendidikan kedokteran yang kompetitif di Surabaya.

Kehadiran PPDS pulmonologi dan obstetri-ginekologi diharapkan tidak hanya memperkuat posisi akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata tenaga dokter spesialis di Indonesia.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 300250 Example 300250
Example 468x60 Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *