Example 728x250
Pendidikan

Alumni FK Unusa Tuntaskan Studi Kesehatan Masyarakat di Eropa Lewat Beasiswa Erasmus Mundus

93
×

Alumni FK Unusa Tuntaskan Studi Kesehatan Masyarakat di Eropa Lewat Beasiswa Erasmus Mundus

Sebarkan artikel ini
Unusa

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Prestasi alumni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menorehkan capaian internasional. Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar, lulusan Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Unusa, berhasil menuntaskan studi Magister Kesehatan Masyarakat melalui program European Public Health Master (Europubhealth+) di Belgia dan Prancis dengan dukungan penuh beasiswa Erasmus Mundus Excellence Scholarship dari Uni Eropa.

Qoimam menempuh pendidikan kedokteran di FK Unusa selama lebih dari enam tahun. Ia menyelesaikan tahap Sarjana Pendidikan Dokter selama empat tahun, kemudian melanjutkan Profesi Dokter selama dua tahun tujuh bulan.

Example 300x600

Masa pendidikan profesi tersebut berlangsung di tengah pandemi COVID-19, situasi yang menuntut penyesuaian sistem pembelajaran tanpa mengurangi tuntutan kompetensi akademik dan klinis.

Pada jenjang magister, Qoimam menjalani tahun pertama studi di University of Liège, Belgia, sebelum melanjutkan tahun kedua di EHESP French School of Public Health, Prancis.

Program Europubhealth+ dikenal sebagai program lintas negara dengan ritme akademik yang ketat, menggabungkan kajian kesehatan masyarakat, kebijakan kesehatan, dan praktik profesional dalam konteks global.

Selama studi di Belgia, ia dihadapkan pada tuntutan akademik yang tinggi, mulai dari biostatistik berbasis perangkat lunak R, ujian lisan, hingga simulasi perancangan kebijakan dan undang-undang kesehatan.

Pendekatan tersebut menekankan ketajaman analisis dan kemampuan berpikir sistemik dalam merespons persoalan kesehatan publik.

Sementara itu, sistem pembelajaran di Prancis menerapkan model alternate, yakni kombinasi antara perkuliahan dan magang profesional berbayar.

Qoimam menjalani magang riset selama 11 bulan di Fondation MNH Prancis dengan fokus pada isu kesehatan tenaga kesehatan, bidang yang semakin strategis dalam penguatan sistem kesehatan.

Menurut Qoimam, fondasi keilmuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di FK Unusa berperan penting dalam proses adaptasi akademik di Eropa.

Bekal metodologi penelitian dan perspektif kesehatan masyarakat yang kuat membuatnya mampu mengikuti materi magister yang bersifat multidisipliner dan aplikatif.

Ia juga menilai suasana klinis di University of Liège memiliki kemiripan dengan pengalaman praktiknya di RSI Jemursari, rumah sakit pendidikan FK Unusa.

Atmosfer rumah sakit pendidikan, interaksi pasien, serta peran dosen klinisi menghadirkan nuansa akademik yang tidak asing meski berada di lingkungan internasional.

Kepada mahasiswa FK Unusa, Qoimam menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai prasyarat utama untuk mengakses literatur ilmiah dan jejaring akademik global.

Ia juga mendorong mahasiswa aktif dalam kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan sebagai sarana pembentukan kepemimpinan dan kemampuan komunikasi.

Capaian ini menegaskan daya saing lulusan Fakultas Kedokteran Unusa di tingkat global sekaligus mencerminkan komitmen institusi dalam mencetak dokter yang unggul secara akademik, adaptif, dan relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat lintas negara.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *