Example 728x250
Pendidikan

LPDP–PBNU Bersinergi, Perluas Akses Beasiswa untuk Sivitas PTNU

153
×

LPDP–PBNU Bersinergi, Perluas Akses Beasiswa untuk Sivitas PTNU

Sebarkan artikel ini

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Komitmen mencetak generasi unggul di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) mendapat dorongan baru melalui kerja sama strategis antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU).

Kedua lembaga tersebut menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (11/11), sebagai langkah konkret memperkuat akses beasiswa pendidikan lanjut bagi sivitas akademika PTNU di seluruh Indonesia.

Example 300x600

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur LPDP Sudarto dan Ketua LPT PBNU Prof Ainun Naim, disaksikan oleh Prof Mohammad Nuh, jajaran pimpinan LPTNU, Rektor Unusa, serta perwakilan Kementerian Keuangan.

MoU ini menjadi momentum penting bagi LPDP dan PTNU untuk bersinergi mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Melalui kerja sama ini, LPDP akan membiayai studi magister dan doktoral bagi dosen, tenaga kependidikan, serta lulusan terbaik di lingkungan PTNU, baik di dalam maupun luar negeri.

Unusa menjadi salah satu dari tiga perguruan tinggi pertama yang dikunjungi LPDP dalam rangkaian sosialisasi program beasiswa dan riset tahun 2026.

Ketua LPT PBNU, Prof Ainun Naim, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di bawah naungan NU.

“Kami ingin melahirkan generasi intelektual yang berakhlak, berilmu, dan mampu berkontribusi nyata bagi bangsa. LPDP dan PTNU memiliki semangat yang sama dalam membangun kualitas SDM nasional,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat fondasi pendidikan. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi ekosistem pendidikan tinggi, termasuk PTNU. Peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa,” tegasnya.

Sudarto menambahkan bahwa filosofi Nahdlatul Ulama Merawat Jagat Membangun Peradaban sejalan dengan visi LPDP.

“Pesantren dan NU adalah bagian penting dari pembangunan peradaban Indonesia. Jika satu persen ekosistem ini bisa digerakkan, dampaknya akan luar biasa bagi kemajuan nasional,” ujarnya.

Pasca penandatanganan, kedua lembaga akan menyusun perjanjian kerja sama (PKS) yang mengatur mekanisme pelaksanaan program, termasuk proses seleksi penerima beasiswa, bidang prioritas, dan pola pendampingan akademik.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi dosen dan mahasiswa PTNU untuk menempuh studi lanjut, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan PTNU dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul dan inklusif.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, Ph.D, menyoroti masih rendahnya angka masyarakat Indonesia yang menempuh pendidikan pascasarjana.

“Saat ini, hanya 0,53 persen penduduk usia produktif yang menempuh pendidikan S2 dan S3. Angka ini jauh tertinggal dibanding Malaysia, Thailand, atau Vietnam yang lima kali lipat lebih tinggi,” jelasnya.

Menurut Dwi, pemerintah tengah memperkuat dana abadi pendidikan yang kini mencapai Rp 181 triliun. “Dari 50 ribu pendaftar beasiswa LPDP setiap tahun, hanya sekitar 4.000 yang bisa dibiayai karena keterbatasan dana. Kita butuh sekitar Rp 1.000 triliun agar tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia industri. “Kami berharap 25 persen lulusan perguruan tinggi mampu membangun industri dan membuka lapangan kerja. Jika riset dan inovasi digerakkan secara masif, Indonesia akan makmur dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.

LPDP, kata Dwi, akan memfokuskan arah kebijakan beasiswa 2026 pada bidang-bidang berdampak tinggi, dengan komposisi penerima berbasis STEM sebesar 80 persen—yang terdiri dari 60 persen STEM murni dan 20 persen STEM adjektif—serta 20 persen non-STEM.

Dwi menganalogikan pemilihan bidang studi dengan menu di warung tegal. “Seringkali peserta melihat daftar bidang yang disediakan dan merasa tidak sesuai dengan minatnya. Jika punya ide atau bidang yang relevan untuk masa depan bangsa tapi belum tersedia, ajukan di General STEM,” ujarnya.

Informasi terkait skema beasiswa 2026 ini baru dibocorkan kepada tiga kampus, termasuk Unusa. “Desember nanti kami umumkan daftar bidangnya, Januari dan Juni 2026 pendaftaran dibuka. Esensinya sama: tegak dan lurus untuk kemajuan bangsa, memperkuat industri, serta sektor lain termasuk agama dan filsafat,” pungkas Dwi.

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *