Terkini

ORADO Jatim Perkuat Pembinaan Domino, 64 Jurnalis Ikuti Turnamen Kemerdekaan di Surabaya

12
×

ORADO Jatim Perkuat Pembinaan Domino, 64 Jurnalis Ikuti Turnamen Kemerdekaan di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Domino

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Suasana berbeda mewarnai peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya. Sebanyak 64 jurnalis dari berbagai media tidak hanya meliput peristiwa, tetapi juga turun langsung berkompetisi dalam Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Hanaka Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Sabtu (22/8/2026).

Turnamen yang memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga resmi yang mengedepankan strategi, konsentrasi, dan sportivitas.

Kegiatan ini digagas Rumah Literasi Digital (RLD) bersama TIMES Indonesia sebagai media partner. Selain pertandingan domino, acara tersebut juga menghadirkan Lomba Foto On The Spot yang diselenggarakan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan terbuka bagi masyarakat umum.

Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat mengatakan domino memiliki potensi untuk berkembang sebagai olahraga prestasi. Menurut dia, cabang olahraga tersebut memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan fasilitas besar, namun tetap mampu melatih kemampuan berpikir dan menghasilkan prestasi.

Usai mencoba meja pertandingan PB ORADO dalam pembukaan turnamen, Imam menilai domino memiliki unsur konsentrasi dan kerja sama yang dapat membentuk kemampuan pengendalian diri serta kekompakan.

“Saya rasa ini ada suatu hal yang bisa dikembangkan. Ada suatu olahraga yang memang tidak membutuhkan ruang terlalu besar, tetapi masih bisa berprestasi,” kata Imam.

Menurut Imam, status domino sebagai olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) perlu diikuti dengan dukungan dari berbagai pihak. Ia melihat peluang lahirnya atlet-atlet domino dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan jurnalis.

Ia berharap masyarakat mulai melihat domino sebagai olahraga sebagaimana cabang lain seperti bridge dan catur yang telah lebih dulu dikenal.

Imam juga menyinggung tantangan dalam mengubah persepsi sebagian masyarakat yang masih menghubungkan domino dengan aktivitas permainan atau perjudian.

Menurut dia, peran organisasi olahraga dan media sangat penting untuk memperkenalkan sisi kompetitif domino sebagai cabang olahraga prestasi.

“Bagaimana mengangkat domino sebagai suatu olahraga yang berprestasi. Jadi, tidak melulu sesuatu yang asosiasinya dengan permainan atau judi,” ujarnya.

Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen yang melibatkan komunitas jurnalis.

Ia berharap media dapat membantu menyebarluaskan informasi bahwa domino telah menjadi cabang olahraga resmi yang diakui KONI.

“Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi,” tegas Akmal.

Akmal menjelaskan, domino selama ini telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial.

Namun, pengembangan menuju olahraga prestasi membutuhkan aturan pertandingan yang jelas serta sistem kompetisi yang terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60