Example 728x250
Pendidikan

Aksi Kepedulian Yayasan Khadijah Surabaya Sentuh Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

39
×

Aksi Kepedulian Yayasan Khadijah Surabaya Sentuh Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Sebarkan artikel ini
Khadijah
Kepala SMP Khadijah, Umi Mumtafi'ah, saat menyerahkan secara simbolis kepada Ketua Lazis Khadijah, Hj. Yulia

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Gelombang empati mengalir dari lingkungan Yayasan Khadijah Surabaya. Dalam waktu kurang dari satu minggu, ribuan siswa dari tingkat TK hingga SMA, beserta anak asuh panti asuhan, berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp121.237.600 untuk mendukung penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Penggalangan donasi ini berangkat dari ajakan sederhana: mengajak seluruh warga sekolah mendoakan para korban, lalu mengamalkan kepedulian melalui aksi nyata.

Example 300x600

Tak disangka, responsnya meluas cepat. Donasi mayoritas berasal dari uang saku siswa yang mereka sisihkan sendiri, mencerminkan kesadaran sosial yang tumbuh secara alami di lingkungan pendidikan tersebut.

Donasi tersebut diserahkan secara simbolis kepada LAZINSU Jawa Timur dalam sebuah acara di halaman Gedung SD, SMP, dan SMA Khadijah pada Kamis (11/12).

Penyerahan dilakukan oleh para siswa bersama jajaran pengurus yayasan sebagai bentuk komitmen terhadap solidaritas kemanusiaan.

Ketua LAZIS Khadijah, Hj. Yulia Istianah, menjelaskan bahwa mekanisme donasi melibatkan guru dan kepala sekolah di masing-masing unit.

LAZIS Khadijah kemudian menghimpun dana secara terpusat sebelum disalurkan melalui LAZISNU PWNU Jatim.

Selain donasi uang, berbagai panti asuhan di bawah Yayasan Khadijah turut mengirimkan bantuan logistik seperti pakaian layak pakai, bahan makanan, handuk, buku, dan mukena. Semua bantuan dikemas rapi dengan label ukuran dan jenis agar mudah didistribusikan.

Menurut Yulia, antusiasme wali murid juga tinggi. Bahkan setelah dana diserahkan, bantuan masih terus masuk melalui rekening donasi yang disebarkan pihak sekolah.

Hal ini mengingatkan mereka pada pola donasi berkelanjutan ketika Khadijah menggalang bantuan untuk Palestina beberapa waktu lalu.

Harapan pun disampaikan Yulia agar kondisi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh segera pulih. Ia meyakini bahwa dukungan dari berbagai lembaga pendidikan dan organisasi akan mempercepat proses penanggulangan bencana.

Baginya, empati kolektif bangsa merupakan kunci dalam menghadapi ujian seperti ini.

Pengurus Yayasan Khadijah, H. Abdullah Sani, menambahkan bahwa gerakan sosial ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter.

Membiasakan siswa menolong sesama, menurutnya, merupakan bekal penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan berempati.

Sani menyampaikan penghargaan kepada seluruh siswa, orang tua, guru, dan pegawai yang terlibat. Ia menegaskan bahwa Yayasan Khadijah akan selalu siap merespons bencana apa pun di Indonesia.

“Kami percaya bahwa ketika kita menolong orang lain, maka pertolongan juga akan kembali kepada kita,” ujarnya.

Ketua LAZISNU PWNU Jatim, A. Afif Amrullah, mengapresiasi kepedulian Khadijah yang konsisten hadir dalam berbagai momentum kebencanaan.

Ia menyebut Khadijah sebagai mitra yang responsif dan memiliki rekam jejak panjang, mulai dari Erupsi Semeru hingga kebakaran Pesantren Al-Khozini.

Afif menuturkan bahwa LAZISNU Jatim kini tengah mengonsolidasikan bantuan dari berbagai PCNU di Jawa Timur sebelum bergerak menuju lokasi bencana dengan koordinasi PBNU. Tujuannya agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Aksi solidaritas Yayasan Khadijah kali ini kembali menunjukkan bahwa nilai kepedulian yang ditanamkan sejak bangku sekolah mampu menjadi kekuatan besar dalam menjawab panggilan kemanusiaan.

***Kunjungi kami di news google KilasJava.id

Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *