Profil

Via Dwi Alfiana, Anak Bidan dari Lombok yang Memilih Pulang Mengabdi

9
×

Via Dwi Alfiana, Anak Bidan dari Lombok yang Memilih Pulang Mengabdi

Sebarkan artikel ini

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Saat namanya dipanggil dalam prosesi pengambilan sumpah dokter di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kamis siang, 21 Mei 2026, Via Dwi Alfiana tampak tenang. Di balik ekspresi itu, tersimpan perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah desa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Via resmi menyandang gelar dokter setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Unusa. Bagi perempuan asal Desa Sengkol itu, capaian tersebut bukan hanya tentang keberhasilan akademik, melainkan juga tentang harapan untuk kembali ke daerah asal dan bekerja bagi masyarakat yang selama ini akrab dengan keterbatasan layanan kesehatan.

Example 300x600

Ia lahir dari keluarga tenaga kesehatan. Ayahnya seorang perawat, sedangkan ibunya bekerja sebagai bidan desa. Sejak kecil, Via terbiasa melihat kedua orang tuanya melayani warga, termasuk pada waktu-waktu yang tidak menentu.

“Ayah saya bekerja sebagai perawat, sedangkan ibu saya seorang bidan. Sejak kecil saya melihat bagaimana mereka membantu pasien dengan penuh kesabaran dan kepedulian,” kata Via.

Ia mengingat ibunya kerap dipanggil warga pada malam hari untuk membantu persalinan. Dalam kondisi lelah, kedua orang tuanya tetap bekerja karena merasa dibutuhkan masyarakat. Dari pengalaman itu, Via mulai memahami bahwa profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan, tetapi bentuk pengabdian.

“Pengalaman itu menjadi inspirasi besar bagi saya untuk menekuni bidang kedokteran,” ujarnya.

Via tumbuh di lingkungan desa yang menurut dia hangat dan penuh kedekatan sosial. Warga saling mengenal dan memiliki hubungan kekeluargaan yang kuat. Namun, di tengah suasana itu, ia juga menyaksikan masih adanya kesenjangan akses kesehatan di sejumlah wilayah.

“Masa kecil saya di Lombok sangat menyenangkan. Saya tumbuh di lingkungan yang hangat, dekat dengan keluarga besar, dan masyarakat yang saling peduli,” katanya.

Keinginan menjadi dokter membawanya merantau ke Surabaya. Masa awal kuliah menjadi fase yang tidak mudah. Selain harus hidup jauh dari keluarga, ia juga dituntut beradaptasi dengan ritme pendidikan kedokteran yang padat.

“Tentu pernah merasa ingin menyerah. Ada masa ketika tugas sangat banyak dan tekanan cukup besar. Tapi saya selalu mengingat tujuan awal saya, dan dukungan keluarga menjadi sumber semangat terbesar,” tuturnya.

Setelah melewati masa pendidikan, Via akhirnya dilantik sebagai dokter. Ia menjadi dokter pertama di keluarga besarnya. Momen itu, menurut dia, menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga yang selama ini mendukung perjalanannya.

“Gelar ini menjadi kebahagiaan besar bagi saya dan keluarga. Saat pertama kali merawat pasien, saya benar-benar merasa bahwa ilmu yang dipelajari selama ini akhirnya bisa digunakan untuk membantu orang lain,” ujarnya.

Di tengah banyaknya tenaga medis muda yang memilih menetap di kota besar, Via justru ingin kembali ke Lombok. Ia menilai daerah asalnya masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan, terutama dalam edukasi pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

“Saya ingin memberikan pelayanan kesehatan yang baik, meningkatkan edukasi masyarakat, serta membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan penyakit,” katanya.

Ia berharap masyarakat di Sengkol dan wilayah Lombok Tengah semakin terbuka terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini dan tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Bagi Via, perjalanan dari desa kecil di Lombok menuju ruang sumpah dokter di Surabaya bukan sekadar perpindahan tempat. Perjalanan itu menjadi bagian dari proses panjang untuk kembali pulang dengan kemampuan yang dapat digunakan membantu masyarakat di tempat ia dibesarkan.

“Jangan takut bermimpi besar. Asal disertai kerja keras, disiplin, dan doa, tidak ada yang tidak mungkin,” kata Via.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *