Keagamaan

Maulid Nabi di Majelis Ar-Rohimin, Habib Abdul Qadir Ajak Jamaah Meneladani Rasulullah

39
×

Maulid Nabi di Majelis Ar-Rohimin, Habib Abdul Qadir Ajak Jamaah Meneladani Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Majelis Ar-Rohimin
Dari kiri: Pengasuh Majelis Ar-Rohimin, Habib Musthofa Bin Zein Al-Alydrus, Habib Abdul Qadir Bin Zaid Ba'abud dan Pembina Majelis Ar-Rohimin, H. Abdul Rohim.

Adapun cara kelima adalah membuat manusia meninggal dalam keadaan suul khatimah. Karena itu, manusia perlu mewaspadai bujuk rayu setan agar tidak terjebak hingga kehilangan keimanan.

Di sisi lain, Habib Abdul Qadir menegaskan bahwa keimanan dan ketakwaan menjadi benteng untuk menghadapi berbagai godaan tersebut.

Menurutnya, rahmat Allah kepada umat manusia tidak terhingga. Allah senantiasa melindungi orang-orang yang mau berusaha dan tidak mudah berputus asa, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan beragama.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Abdul Qadir juga menjelaskan pentingnya mempelajari kitab sirah atau sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Majelis Ar-Rohimin
Jemaah muslimat Majelis Ar-Rohimin saat rutinan dan maulid.

Menurutnya, mempelajari sirah memiliki sejumlah tujuan. Pertama, mendekatkan diri kepada Rasulullah. Kedua, mengambil pelajaran dari kehidupan Nabi. Ketiga, mempermudah umat memahami Al-Qur’an. Keempat, mengenal dan memahami agama dengan benar melalui keseharian Nabi Muhammad SAW. Kelima, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah.

“Sebab, dalam diri Nabi Muhammad SAW terdapat contoh yang baik. Rasulullah merupakan sebaik-baik teladan bagi umat manusia,” tuturnya.

Habib Abdul Qadir menjelaskan, kitab-kitab sirah kemudian diringkas oleh para ulama dalam bentuk Maulid. Dengan demikian, Maulid merupakan ringkasan perjalanan kehidupan Nabi yang disusun agar lebih mudah dibaca, dihafalkan dan didengarkan.

Penyusunan Maulid tersebut juga dilakukan dengan rasa cinta kepada Rasulullah, antara lain melalui syair yang menggunakan bahasa cinta dan sastra sehingga kisah kehidupan Nabi lebih mudah diterima dan menyentuh hati.

Salah satu keteladanan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan adalah perhatian beliau kepada anak-anak, termasuk anak yatim. Nabi Muhammad SAW sendiri merupakan seorang anak yatim dan dikenal memiliki kasih sayang kepada anak-anak.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan istilah “Mufarrihu Syibyan”, yakni surga khusus bagi hamba Allah yang selalu menggembirakan anak yatim.

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan kehidupan Rasulullah.

Maulid juga menjadi sarana untuk mengenalkan Rasulullah, menanamkan kecintaan kepada beliau, sekaligus mendorong umat agar mampu meniru dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60