Persoalan tersebut menjadi bagian dari pembahasan ekoteologi dalam IGIC 2026. Nasaruddin memandang masjid dapat dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan kepentingan keagamaan dengan persoalan kemanusiaan dan lingkungan.
Ia juga menyampaikan rencana memperluas semangat IGIC melalui pertemuan dengan pemimpin rumah ibadah dari agama lain. Forum lintas agama tersebut akan diarahkan untuk membahas persoalan kemanusiaan yang menjadi perhatian bersama.
โInsyaallah kelanjutan daripada International Grand Imam Conference ini, kami juga akan menggagas pertemuan dengan pimpinan-pimpinan rumah-rumah ibadah lain non-muslim, pimpinan-pimpinan Katolik, gereja, rumah-rumah ibadah yang lain. Mari kita undang duduk bersama, karena tema sentral kita semua umat beragama adalah sama,โ ungkapnya.
Nasaruddin menyebut gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat persaudaraan kemanusiaan. Ia juga memperkenalkan konsep ukhuwah makhluqiyah, yang dimaknai sebagai persaudaraan sesama makhluk.
โBahkan ada satu ukhuwah selain ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah Islamiyah. Ada satu konsep ukhuwah yang lain mungkin perlu kita kembangkan, ukhuwah makhluqiyah. Persaudaraan kita sebagai sesama makhluk,โ jelasnya.
IGIC 2026 mempertemukan para pemimpin keagamaan dari berbagai negara untuk membahas kontribusi kepemimpinan agama terhadap persoalan kemanusiaan dan perdamaian global.
Ketua Panitia IGIC 2026, M Sabilul Alif, mengatakan hingga pembukaan konferensi telah terkonfirmasi 49 delegasi internasional dari 39 negara. Para delegasi terdiri atas Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia.
โHari ini telah terkonfirmasi 49 delegasi internasional dari 39 negara yang terdiri atas para Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia,โ kata Sabilul.
Kehadiran para pemimpin agama tersebut menjadi bagian dari pertukaran gagasan dan pengalaman lintas negara mengenai peran keagamaan dalam merespons tantangan global.
IGIC 2026 berlangsung pada 25โ28 September 2026. Konferensi imam besar berskala dunia tersebut mengusung tema โMasjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peaceโ. Para peserta membahas peran masjid dalam membangun harmoni, diplomasi keagamaan, perdamaian global, serta potensi ekonomi kemasjidan.







