Example 728x250
Terkini

Lumajang Jadi Tuan Rumah PORSADIN VII Jatim, Santri Berebut Tiket ke Jakarta

16
×

Lumajang Jadi Tuan Rumah PORSADIN VII Jatim, Santri Berebut Tiket ke Jakarta

Sebarkan artikel ini
Porsadin KilasJava

Atas nama pemerintah kabupaten dan masyarakat Lumajang, dia menyambut para santri, pembina, dan ofisial dari 35 kabupaten dan kota yang mengikuti kegiatan tersebut.

Indah sekaligus memanfaatkan momentum itu untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dan tamu. Salah satu destinasi yang diperkenalkan adalah Tumpak Sewu yang disebut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Lumajang.

Kekayaan budaya daerah juga ditampilkan dalam pembukaan. Tari Topeng Kaliwungu menjadi salah satu sajian budaya yang diperkenalkan kepada para tamu. Tarian tersebut telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) Lukman Hakim membawa perhatian pada persoalan kesejahteraan ustaz Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Menurut Lukman, perhatian terhadap Madrasah Diniyah Takmiliyah di Jawa Timur relatif lebih besar dibandingkan sejumlah daerah lainnya. Dia menilai kontribusi para ustaz tidak kecil dalam menjaga kehidupan sosial keagamaan masyarakat agar tetap aman, damai, harmonis, dan toleran.

“Bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada para Ustaz Madrasah Diniyah Takmiliyah. Melalui perjuangan mereka, Indonesia menjadi negara yang aman, damai, harmonis, dan toleransinya dapat terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Lukman juga menyinggung kondisi para ustaz yang tetap menjalankan pengabdian meski kesejahteraan dan honor yang diterima masih terbatas. Baginya, ketulusan tersebut menjadi nilai yang patut diteladani.

Dia berharap pemerintah daerah terus meningkatkan dukungan terhadap Madrasah Diniyah Takmiliyah. Para ustaz, khususnya di Lumajang, juga diajak terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Dalam konteks PORSADIN, Lukman menilai integritas seluruh pihak menjadi bagian penting dari proses pendidikan santri. Fair play dan kejujuran, kata dia, harus terlihat bukan hanya dari peserta, tetapi juga dari ustaz, pembina, juri, dan pihak lain yang terlibat.

“Kalau kita memberikan contoh kecurangan dan tidak fair, maka akan sulit bagi kita mengajak mereka menjadi pribadi yang jujur dan berintegritas,” tegasnya.

PORSADIN juga disebut telah melahirkan talenta yang kemudian berkembang di level lebih tinggi. Lukman mencontohkan Septian, atlet tenis meja asal Lumajang yang menjadi juara pertama PORSADIN Nasional di Pasuruan pada 2017 dan kini berkembang menjadi atlet nasional.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Lukman mendorong agar pembinaan tidak berhenti setelah seorang santri meraih juara. Para juara PORSADIN perlu terus mendapatkan pembinaan agar dapat meningkatkan kemampuan dan bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Jangan hanya berhenti pada juara dua atau juara tiga. Kita harus berupaya mencetak juara satu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60