Example 728x250
Pendidikan

Desa Klagensrampat Jadi Desa Binaan FKH UNAIR, Peternakan Bebek Jadi Pilot Project

5
×

Desa Klagensrampat Jadi Desa Binaan FKH UNAIR, Peternakan Bebek Jadi Pilot Project

Sebarkan artikel ini
Unair

KILASJAVA.ID, LAMONGAN – Pengembangan peternakan bebek menjadi pintu masuk Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.

Upaya tersebut ditandai dengan pencanangan Desa Binaan FKH UNAIR di Klagensrampat pada Rabu, 30 September 2026.

Program ini menjadi awal kolaborasi antara FKH UNAIR, Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan masyarakat setempat yang akan dilanjutkan melalui pendampingan selama dua tahun.

Dekan FKH UNAIR Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., MKes., mengatakan program Desa Binaan tidak dirancang sebagai kegiatan sesaat.

Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar pengembangan peternakan bebek dapat berjalan dengan dukungan keilmuan, pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat.

โ€œProgram ini kami rancang sebagai pendampingan yang berkelanjutan. Selama dua tahun, FKH UNAIR akan terus membersamai masyarakat bersama dinas terkait agar gagasan peternakan bebek ini dapat berkembang melalui penguatan kolaborasi dan penerapan keilmuan yang tepat,โ€ tutur Prof Lilik.

Menurut dia, Klagensrampat dipilih sebagai lokasi pilot project yang diharapkan dapat mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi peternakan yang telah ada.

FKH UNAIR, kata Lilik, akan mengawal pelaksanaan program bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Pendampingan tersebut diarahkan agar pengelolaan peternakan tidak hanya berkembang dari sisi teknis, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi yang diterima masyarakat.

โ€œKami ingin kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, penguatan kolaborasi menjadi penting agar program dapat berjalan dan masyarakat bisa meningkat nilai kesejahteraannya,โ€ ujarnya.

Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., MEK., menyambut pencanangan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan di daerah. Menurut dia, Desa Klagensrampat memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu model yang nantinya dapat direplikasi di desa lain.

Pemerintah Kabupaten Lamongan, kata Yuhronur, akan turut mendampingi pelaksanaan program tersebut dan mendorong percepatan pengembangannya mulai tahun depan.

โ€œKami berharap Desa Klagensrampat ini nantinya bisa menjadi model bagi desa-desa lain. Pemkab Lamongan akan membersamai program ini dan tahun depan akan kami lakukan percepatan,โ€ ungkapnya.

Yuhronur mengatakan penguatan sektor peternakan juga berkaitan dengan agenda Lamongan dalam memperkuat posisi daerah sebagai lumbung protein nasional.

Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai penting untuk memberikan dukungan keilmuan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FKH UNAIR yang memilih Klagensrampat sebagai lokasi Desa Binaan. Menurutnya, pendampingan tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi peternak sehingga usaha yang dijalankan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

โ€œTerima kasih telah memilih Klagensrampat dalam menjalankan program ini. Ke depan, para peternak akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dan itu akan kami usahakan bersama,โ€ pungkasnya.

Pencanangan Desa Binaan di Klagensrampat menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah.

Melalui pendampingan selama dua tahun, FKH UNAIR bersama Pemkab Lamongan akan mengembangkan pilot project peternakan bebek sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan dan ekonomi masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60