Example 728x250
Pendidikan

FKH UNAIR Siapkan Pendampingan Dua Tahun untuk Potensi Ternak Desa Abar Abir

10
×

FKH UNAIR Siapkan Pendampingan Dua Tahun untuk Potensi Ternak Desa Abar Abir

Sebarkan artikel ini
FKH Unair

KILASJAVA.ID, GRESIK –ย  Potensi peternakan di Desa Abar Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, mulai diarahkan ke tahap yang lebih produktif. Tidak hanya dimanfaatkan dalam bentuk bahan mentah, hasil ternak warga diperkenalkan untuk diolah menjadi berbagai produk yang memiliki peluang ekonomi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Abar Abir, Sabtu (3/10/2026). Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pelatihan pengolahan hasil ternak berupa telur asin, yoghurt, dan abon.

Program tersebut menyasar masyarakat desa, terutama ibu-ibu PKK. Melalui pelatihan itu, FKH UNAIR mendorong munculnya diversifikasi usaha yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

Ketua Pelaksana Pengmas FKH UNAIR di Gresik, Dr Yeni Dhamayanti drh MKes PAVet, mengatakan pengolahan hasil ternak dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat.

โ€œKami mengajak masyarakat yang berawal dari ibu-ibu PKK untuk bisa melakukan diversifikasi usaha, sehingga bisa meningkatkan ekonomi berawal dari rumah tangga,โ€ tuturnya.

Menurut Yeni, pengembangan usaha dari rumah tangga dapat menjadi pijakan awal menuju penguatan ekonomi yang lebih luas. Karena itu, keterampilan yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah kegiatan selesai.

โ€œMandiri di rumah tangga, jika itu sudah terpenuhi, maka ekonomi daerah juga akan meningkat. Tidak hanya UMKM, nantinya bisa jadi perekonomian yang besar,โ€ ungkapnya.

FKH UNAIR tidak hanya memberikan pelatihan. Program pengabdian di Desa Abar Abir tersebut direncanakan berlangsung selama dua tahun dengan monitoring secara berkala.

Pendampingan akan diarahkan pada potensi peternakan yang berkembang di tengah masyarakat. Warga Desa Abar Abir diketahui banyak memelihara sapi dan kambing sehingga masih terdapat berbagai aspek yang dapat dikembangkan maupun persoalan yang perlu mendapatkan pendampingan.

โ€œPengmas ini akan berlangsung selama dua tahun, akan kami monitoring secara berkala. Tidak berhenti di situ, di sini masyarakat kebanyakan memelihara sapi dan kambing, kami akan bantu untuk berbagai tantangan yang ada tersebut,โ€ jelas Yeni.

Wakil Dekan FKH UNAIR Prof Dr Epy Muhammad Luqman drh MSi mengatakan, pengabdian di Desa Abar Abir merupakan bagian dari upaya membawa keilmuan kedokteran hewan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, perhatian dokter hewan tidak terbatas pada persoalan kesehatan dan penyakit hewan. Produk ternak serta pangan yang dihasilkan masyarakat juga menjadi bagian dari ruang keilmuan yang dapat dikembangkan.

โ€œDokter hewan bukan sekadar berkutat pada penyakit hewan saja. Kami juga concern kepada produk-produk ternak dan pangan masyarakat,โ€ ujarnya.

Pengembangan potensi tersebut, menurut Epy, dapat dilakukan dengan melibatkan disiplin ilmu lain. Terutama ketika produk hasil ternak mulai diarahkan dari proses pengolahan hingga pemasaran.

โ€œBisa saja nanti ada disiplin ilmu yang lain. Potensi ke depan akan banyak kolaborasi berbagai bidang, mulai dari pengolahan hingga marketing,โ€ jelasnya.

Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan program pengabdian FKH UNAIR di Desa Abar Abir. Program tersebut memiliki target keberlanjutan berupa dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

โ€œAda target keberlanjutan yaitu dampak kemandirian ekonomi yang nantinya bisa dirasakan masyarakat,โ€ ujar Yeni.

Kepala Desa Abar Abir Farich Masruri menyambut baik kegiatan yang dibawa FKH UNAIR. Ia berharap kehadiran para pakar dari perguruan tinggi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang baru dalam mengembangkan potensi desa.

โ€œSelamat datang di Desa Abar Abir. Semoga menjadi keberkahan dan kebermanfaatan,โ€ ungkapnya.

Farich juga mengapresiasi niat FKH UNAIR untuk berbagi pengetahuan mengenai pengolahan hasil ternak. Ia berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat diterapkan langsung oleh warga.

โ€œTerima kasih atas niat baik dan ilmu terkait dengan pengolahan ternak. Semoga ilmu yang nanti disajikan mampu diaplikasikan oleh para warga yang ada di sini,โ€ katanya.

Pengabdian masyarakat FKH UNAIR di Desa Abar Abir melanjutkan rangkaian program pemberdayaan yang sebelumnya dilakukan di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan. Di Gresik, pendampingan diarahkan pada pengembangan potensi hasil ternak melalui keterampilan pengolahan, monitoring, dan peluang kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60