Example 728x250
Pendidikan

ITS Kembangkan BMSense, Baterai Cerdas Berbasis Material Kuantum dan IoT

8
×

ITS Kembangkan BMSense, Baterai Cerdas Berbasis Material Kuantum dan IoT

Sebarkan artikel ini
ITS BMSense
Tampilan BMSense, baterai cerdas yang memadukan material kuantum dengan sistem pemantauan berbasis IoT.

KILASJAVA.ID, SURABAYA – Kebutuhan terhadap teknologi penyimpanan energi meningkat seiring meluasnya pemanfaatan energi terbarukan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merespons kebutuhan tersebut melalui pengembangan Baterai Management Sensor (BMSense), baterai cerdas yang memadukan material kuantum dengan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT).

BMSense dirancang sebagai solusi penyimpanan energi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem cadangan energi, hingga sistem energi off-grid.

Teknologi tersebut menggunakan material LiPo Graphene berbasis material kuantum yang dipadukan dengan Battery Management System (BMS), mikrokontroler, dan sensor untuk memantau kondisi baterai secara real-time.

Ketua Tim Peneliti BMSense, Grasianto SPd MSc PhD, mengatakan pengembangan baterai tersebut diarahkan untuk menjawab sejumlah persoalan pada teknologi baterai konvensional.

Menurut dosen Departemen Kimia ITS itu, aspek pemantauan, efisiensi energi, dan fleksibilitas sistem penyimpanan menjadi bagian yang diperhatikan dalam pengembangan BMSense.

โ€œBaterai ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pemantauan, efisiensi energi, serta fleksibilitas sistem penyimpanan,โ€ kata Grasianto.

Dari sisi konfigurasi, BMSense menggunakan subkulit 3s dengan tegangan nominal 11,1 volt dan tegangan penuh 12,6 volt. Sistem pemantauan yang disematkan memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai tegangan setiap sel, arus, suhu, hingga kondisi baterai melalui sistem digital secara real-time.

โ€œDengan kemampuan tersebut, kondisi baterai dapat diketahui sehingga pemantauan sistem penyimpanan energi dapat dilakukan secara lebih terukur,โ€ ujar Grasianto, alumnus doktoral Tohuku University, Jepang.

Pengembangan BMSense juga diarahkan untuk melihat peluang penerapan teknologi penyimpanan energi di Indonesia.

Kebutuhan PLTS, elektrifikasi pada sektor industri dan komersial, serta sistem energi di wilayah terpencil menjadi ruang penerapan yang dipertimbangkan dalam pengembangan teknologi tersebut.

Pengembangan inovasi ini melibatkan dosen dari Departemen Kimia dan Departemen Teknik Instrumentasi ITS, mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Departemen Teknik Elektro ITS, serta PT Jokeen Solusi Teknologi dan Jokeen Energy sebagai mitra industri.

Kolaborasi lintas bidang tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan BMSense menuju tahap implementasi dan komersialisasi.

Pengembangan baterai cerdas BMSense juga berkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-7 tentang akses terhadap energi yang terjangkau dan berkelanjutan.

Pemanfaatannya untuk sistem energi terbarukan juga berkaitan dengan tujuan ke-9 melalui pengembangan teknologi dan inovasi yang mendukung infrastruktur energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60