KILASJAVA.ID, SURABAYA – Kondisi cuaca berubah drastis ketika Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 memasuki pagi hari. Lomba yang diikuti hampir 11 ribu pelari itu akhirnya dihentikan setelah pemantauan Wet Bulb Global Temperature (WBGT) menunjukkan kenaikan suhu ekstrem hingga mencapai 48 derajat Celsius.
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 digelar di area Balai Kota Surabaya, Minggu, 4 Oktober 2026. Ajang lari yang digelar ISOPLUS, merek minuman isotonik produksi WINGS Food, tersebut menghadirkan lima kategori, yakni Full Marathon 42,195K, Half Marathon 21K, 10K, 5K, dan Kids Dash.
Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya. Sebanyak 38,89 persen pelari tercatat berasal dari luar kota, sedangkan 61,11 persen lainnya berdomisili di Surabaya.
Tahun ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang berada di kisaran 9 ribu pelari.
Race Director ISOPLUS Run Series 2026 Safrita Aryana mengatakan, kondisi cuaca pada awal perlombaan masih relatif baik. Saat kategori Marathon dimulai pukul 04.00, suhu tercatat 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen.
Suhu kemudian tercatat 23,1 derajat Celsius saat flag off Half Marathon pada pukul 04.30. Kondisi serupa terjadi pada kategori 10K pukul 05.00 dan 5K pukul 05.20.
Namun, kondisi berubah menjelang siang. Berdasarkan pemantauan WBGT, suhu mulai berada pada kisaran 33 hingga 36 derajat Celsius sejak pukul 08.00.
โApabila kita merujuk pada peraturan World Athletic, 33 derajat lomba lari harus dihentikan,โ kata Safrita.
Penyelenggara sempat menunggu perkembangan kondisi cuaca. Tetapi dalam waktu kurang dari 10 menit, suhu melonjak hingga 42-44 derajat Celsius dan bahkan mencapai 48 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara berkoordinasi dengan Running Doctors dan Koordinator Medis. Keputusan akhirnya diambil untuk menghentikan lomba demi keselamatan peserta.
โKita melakukan tindakan evakuasi untuk para pelari, tetapi apabila ingin melanjutkan perjalanan silakan berjalan kaki, tidak lari. Fasilitas water station tetap kita sediakan,โ ujar Safrita.
Peserta yang tetap berjalan menuju garis finish tetap dinyatakan sebagai finisher. Mereka juga mendapatkan medali dan jaket finisher.
โMereka tetap tiba di garis finish sebagai finisher, mendapatkan medali dan jaket finisher, karena bukan kesalahan pelari tapi kondisi yang tidak memungkinkan,โ katanya.
Selain aspek keselamatan, penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 juga membawa dampak ekonomi bagi Kota Surabaya.
Kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (LPEP FEB Unair) mencatat total dampak output ekonomi dari kegiatan tersebut mencapai Rp74,78 miliar.
Angka itu berasal dari pengeluaran peserta dan panitia untuk kebutuhan akomodasi, transportasi, konsumsi, serta operasional.













