Example 728x250
Pemerintahan

Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Kuota 20 Ribu Peserta

12
×

Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Kuota 20 Ribu Peserta

Sebarkan artikel ini
Kemenaker

KILASJAVA.ID, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan memperpanjang masa pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. Perpanjangan ini memberi ruang lebih luas bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja melalui pelatihan vokasi yang diselenggarakan pemerintah.

Sebelumnya, pendaftaran program tersebut dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026. Namun, pemerintah menilai masih diperlukan waktu tambahan agar kesempatan mengikuti pelatihan dapat dijangkau lebih banyak calon peserta dari berbagai daerah.

Example 300x600

Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 tahun ini menyediakan kuota sebanyak 20 ribu peserta. Pelatihan dilaksanakan secara gratis di berbagai balai pelatihan milik pemerintah yang tersebar di Indonesia, meliputi 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, 13 Satuan Pelayanan Kemnaker, serta sejumlah balai latihan kerja milik pemerintah daerah.

Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja. Prioritas peserta diberikan kepada lulusan SMA, SMK, dan MA atau sederajat dalam rentang tahun kelulusan 2023 hingga 2025.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan perpanjangan masa pendaftaran dilakukan agar akses terhadap program pelatihan semakin luas, khususnya bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.

Ia menyebutkan pemerintah ingin memastikan program pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja.

“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan SMA, SMK, dan MA atau sederajat dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihan sepenuhnya gratis dan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Darmawansyah dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu, 7 Maret 2026.

Seiring dengan perpanjangan pendaftaran tersebut, jadwal tahapan seleksi peserta juga disesuaikan. Pendaftaran berlangsung hingga 24 Maret 2026 dengan batas akhir pengisian asesmen Siap Latih pada hari yang sama pukul 23.59 WIB.

Tahapan seleksi dan wawancara bagi calon peserta dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 28 Maret 2026. Pengumuman peserta yang lolos seleksi akan disampaikan pada 29 Maret 2026, sementara kegiatan kick off dan orientasi program pelatihan tetap direncanakan berlangsung pada 1 April 2026.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman skillhub.kemnaker.go.id. Calon peserta diwajibkan membuat akun SIAPkerja sebelum mengikuti tahapan seleksi yang tersedia dalam sistem. Tahapan tersebut meliputi pengisian asesmen kecocokan kerja, asesmen penilaian diri atau Self Potential Inventory, serta pemilihan program pelatihan sesuai minat dan bidang yang diinginkan.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas pendukung selama mengikuti pelatihan. Fasilitas tersebut mencakup pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, peserta juga berhak memperoleh sertifikat pelatihan dari balai pelatihan vokasi serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Bagi peserta yang berasal dari luar daerah, pemerintah juga menyediakan fasilitas asrama sesuai dengan kriteria dan ketersediaan.

Pada Batch 1 tahun ini, sejumlah bidang kejuruan ditawarkan kepada peserta pelatihan. Di antaranya teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, hingga konstruksi.

Adapun program pelatihan yang tersedia meliputi Internet of Things, instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Menurut Darmawansyah, program pelatihan vokasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri. Ia menekankan bahwa pelatihan tidak hanya berorientasi pada pemberian sertifikat, tetapi juga pada penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Program Pelatihan Vokasi Nasional ini dirancang langsung untuk menjawab kebutuhan dunia industri. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah berharap tambahan waktu pendaftaran dapat memperluas jangkauan informasi program kepada masyarakat di berbagai daerah.

“Kami berharap dengan diperpanjangnya masa pendaftaran ini, informasi mengenai Pelatihan Vokasi Nasional semakin menyebar luas ke seluruh penjuru Indonesia. Target 20 ribu peserta Batch 1 diharapkan dapat terpenuhi, karena setiap kursi yang tersedia adalah peluang nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan masa depannya,” ujar Darmawansyah.

Jika diinginkan, saya juga bisa membuatkan versi artikel yang lebih tajam untuk gaya Jawa Pos atau versi yang lebih ringan untuk pembaca kilasjava.id agar trafik SEO-nya lebih kuat.

Example 468x60 Example 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *